Untuk tiga desa terdampak bencana, Dulipali, Hoken Jaya, dan Klatanlo, ia menegaskan akan mengawal data dan usulan ke Dinas Perumahan agar bantuan perumahan segera direalisasikan.
Pada sesi dialog, warga juga mengeluhkan akses jalan yang terdampak banjir lahar dan lumpur, terutama jalur Nobo–Nurubelen.
“Saya alami sendiri akses yang sulit ketika menuju sini. Alat berat sudah standby di Wulanggitang, tetapi di Ile Bura belum tersedia. Ini butuh respons cepat pemerintah,” ujarnya.
Baca Juga: Eksekusi Lahan di Belu Berakhir Chaos, Massa Serang Petugas hingga Pengadilan Hentikan Aksi
Ia berharap penanganan darurat dapat dilakukan segera agar mobilitas warga tidak terhambat.
Dalam kesempatan itu, Vinsensius juga menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp5 juta untuk pembangunan Gereja Stasi Riangkaha.
“Ini bukan janji politik, tetapi bentuk kepedulian saya bagi rumah ibadah kita bersama,” ungkapnya.
Baca Juga: Dari Pasar Langsung Ngamuk, Pria di Sumba Timur Ini Tega Tusuk Dua Tetangga
Reses di Desa Tuakepa: Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian
Pada titik kedua di Desa Tuakepa, Kecamatan Titehena, masyarakat kembali menyampaikan antusiasme serupa.
Artikel Terkait
Eksekusi Lahan di Belu Berakhir Chaos, Massa Serang Petugas hingga Pengadilan Hentikan Aksi
Dari Pasar Langsung Ngamuk, Pria di Sumba Timur Ini Tega Tusuk Dua Tetangga
Kejari Sikka Soroti Administrasi Proyek Paga yang Ngebut Capai 100 Persen
Sambut Adven, Paus Leo XIV Ingatkan Umat Lepas dari Materialisme dan Membuka Hati
Era Baru Apresiasi: PSSI Rilis PSSI Awards 2026, Voting Dimulai Awal Tahun