Baca Juga: Era Baru Apresiasi: PSSI Rilis PSSI Awards 2026, Voting Dimulai Awal Tahun
Warga menyampaikan berbagai persoalan, antara lain:
- Menurunnya hasil komoditi mente akibat abu vulkanik Lewotobi
- Masalah hama tanaman dan ekonomi petani
- Minimnya peralatan penunjang nelayan
- Perumahan layak bagi warga terdampak
- Kondisi infrastruktur jalan
- Pembangunan sekolah yang rusak pascabencana
Menjawab keluhan warga, Vinsensius menjelaskan kondisi keuangan daerah.
Baca Juga: Dua Terpidana Kasus Perzinahan yang Sempat Kabur ke Kupang Akhirnya Dieksekusi Kejari TTS
“APBD 2026 mengalami efisiensi Rp156 miliar. Dari total sekitar Rp1,097 triliun, hanya sekitar Rp23 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan jalan,” katanya.
Sebagai anggota Komisi II dan Banggar, ia menegaskan telah mengidentifikasi sejumlah pos anggaran yang bisa dioptimalkan dari OPD lain demi menjawab kebutuhan mendesak, terutama sektor pertanian dan bantuan alat tangkap bagi nelayan.
Namun ia mengingatkan bahwa pengadaan peralatan perikanan melalui APBD masih berat tahun ini, sehingga diupayakan lewat proposal bantuan pemerintah pusat.
Baca Juga: Mantan Pegawai Bank di Sumba Timur Tipu Warga Rp 2 M Lewat Program Fiktif Get Reward
Artikel Terkait
Eksekusi Lahan di Belu Berakhir Chaos, Massa Serang Petugas hingga Pengadilan Hentikan Aksi
Dari Pasar Langsung Ngamuk, Pria di Sumba Timur Ini Tega Tusuk Dua Tetangga
Kejari Sikka Soroti Administrasi Proyek Paga yang Ngebut Capai 100 Persen
Sambut Adven, Paus Leo XIV Ingatkan Umat Lepas dari Materialisme dan Membuka Hati
Era Baru Apresiasi: PSSI Rilis PSSI Awards 2026, Voting Dimulai Awal Tahun