Keuskupan Larantuka: Pelita Iman Menyambut Perpas XII Regio Nusra 2025

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Selasa, 11 Maret 2025 | 15:53 WIB
Umat muslim Larantuka saat melintas di depan Gerjea Katedral Larantuka.  (Foto/ Dokumentasi ReportaseNTT.com )
Umat muslim Larantuka saat melintas di depan Gerjea Katedral Larantuka. (Foto/ Dokumentasi ReportaseNTT.com )

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Keuskupan Larantuka akan menjadi tuan rumah Pertemuan Pastoral (Perpas) XII Regio Gerejawi Nusra yang dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Juli 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Berjalan Bersama Para Migran dan Perantau Dalam Harapan” dan akan dihadiri oleh para Uskup se-Regio Nusra.

Berdasarkan Term of Reference yang diperoleh media ini, yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Perpas XII, RD. Gabriel Unto da Silva, serta hasil rapat panitia pada Sabtu, 8 Maret 2025, kegiatan ini akan dipusatkan di wilayah Paroki San Juan Lebao Tengah, Keuskupan Larantuka.

Perpas XII akan diikuti oleh sembilan Keuskupan Regio Gerejawi Nusra, yakni Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetabula, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, Keuskupan Ruteng, dan Keuskupan Labuan Bajo. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak terkait.

 

Baca Juga: Bunda Julie Sutrisno Laiskodat Salurkan Parsel dan Sembako Ramadhan di Waiwuring, Flores Timur

Sebagai informasi, Perpas Regio Gerejawi Nusra telah diselenggarakan setiap tiga tahun sejak tahun 1981.

Perpas XII sebelumnya berlangsung pada tahun 2019 di Keuskupan Atambua.

Namun, akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020, pertemuan ini baru dapat dilanjutkan pada tahun 2025 dengan Keuskupan Larantuka sebagai tuan rumah yang mencakup wilayah Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

 Baca Juga: Wabup Flotim Tinjau Finalisasi Hunian Tetap bagi Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi

Pertemuan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali spiritualitas “berjalan bersama” para migran dari gereja lokal se-Nusra, memperkaya wawasan tentang karakteristik migran dan dampaknya dalam konteks gereja lokal Nusra, serta menemukan “jalan-jalan baru” sebagai bentuk respons pastoral bersama gereja lokal terhadap para migran.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membangkitkan aksi solidaritas yang berkelanjutan dalam kemitraan dengan berbagai pihak.

Berbagai agenda telah disusun dalam Perpas XII Regio Gerejawi Nusra, termasuk sharing pastoral migran dan perantauan dari keuskupan-keuskupan di Regio Nusra, serta dari Keuskupan Transit- Pangkal Pinang, Keuskupan Tujuan- Sandakan, Keningau, dan Kota Kinabalu.

 Baca Juga: Terungkap! Jumlah Kekayaan Fantastis Ade Yasin, Eks Bupati Bogor yang Terseret Izin Eiger Adventure Land

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X