REPORTASENTT.COM, KUPANG- Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada 14-16 Maret 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah, termasuk Flores Timur.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Baca Juga: Pemerintah Terapkan Mekanisme Baru Penyaluran Tunjangan Guru ASN Daerah
Selain itu, warga diminta untuk mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menghindari risiko yang lebih besar.
Akses Jalan Terputus Akibat Banjir
Hujan deras yang mengguyur wilayah Flores Timur sejak 13 Maret 2025 telah menyebabkan banjir di beberapa lokasi dan memutus akses jalan.
Salah satu warga, Opik Pasandan, dalam unggahannya di Facebook menyebutkan bahwa banjir di Dusun Crowerian, Desa Duwanur, telah merendam semua rumah dan asrama santri Pondok Pesantren Al-Baraah.
Ia berharap hujan tidak kembali turun, terutama di wilayah dataran tinggi Adonara Tengah.
Baca Juga: Polres Flores Timur dan Pewarta Flotim Berbagi Takjil: Harmoni Kepedulian di Bulan Ramadan
Curah hujan yang tinggi juga menyebabkan jalan Trans Lite-Waiwerang di Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, putus total.
Akses jalan dari Desa Horowura - Adonara Tengah menuju Waiwerang Kota, Adonara Timur, lumpuh akibat banjir dan longsor.
PVMBG Catat Getaran Banjir Lahar Hujan dari Gunung Lewotobi Laki-Laki
Artikel Terkait
Panglima TNI Ultimatum Prajurit yang Duduki Jabatan Sipil: Pensiun atau Mundur!
Terbaru! Penetapan NIP CPNS dan PPPK 2024 Sesuai Jadwal, BKN Imbau Instansi Segera Proses Pengusulan
Mutasi Pejabat di Polda NTT: Kapolres Flores Timur Berganti
Polres Flores Timur dan Pewarta Flotim Berbagi Takjil: Harmoni Kepedulian di Bulan Ramadan
Pemerintah Terapkan Mekanisme Baru Penyaluran Tunjangan Guru ASN Daerah