REPORTASENTT.COM, NAGEKEO- Badan jalan lintas Boawae–Mauponggo di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, lumpuh total setelah longsor besar menerjang Desa Kelewae, Kecamatan Boawae, pada Senin malam, 8 September 2025.
Material berupa tanah, batu, dan pohon tumbang menutup jalur vital penghubung antarkecamatan tersebut.
Keesokan harinya, Selasa, 9 September 2025, Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi langsung turun ke lokasi bersama jajarannya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Dikritik Soal Target Pertumbuhan 7 Persen di Rapat Perdana dengan DPR
Ia didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo.
Mereka mengerahkan alat berat untuk membersihkan sumbatan.
“Jalur ini vital bagi aktivitas masyarakat Boawae hingga Mauponggo, sehingga pembersihan material longsor harus dilakukan secepat mungkin,” ujar Rachmat, dikutip melalui TBN Polda NTT.
Baca Juga: NTT Masih Miskin, DPRD Dapat Rumah dan Transportasi Mewah
Meski hujan masih mengguyur, tim gabungan dibantu masyarakat setempat berhasil membuka sebagian jalan.
Lalu lintas kini bisa dilalui terbatas. Namun warga diminta tetap waspada.
“Kondisi cuaca masih ekstrem dan intensitas hujan tinggi berpotensi menimbulkan bencana susulan,” kata Rachmat.
Titik Rawan Lain
Informasi dari tim lapangan menunjukkan longsor tak hanya terjadi di Kelewae.
Di sepanjang jalur Boawae–Mauponggo terdapat beberapa titik rawan, dengan kondisi terparah dilaporkan di wilayah Kecamatan Mauponggo.
Hingga kini, situasi di sana belum jelas akibat terputusnya akses jalan dan jaringan komunikasi.
Baca Juga: Sri Mulyani Pamit, Tinggalkan Pesan Haru soal Indonesia dan Kemenkeu
Artikel Terkait
Sri Mulyani Resmi Tergeser dari Kursi Menkeu, Mahfud MD Beberkan Alasannya
Sri Mulyani Pamit, Tinggalkan Pesan Haru soal Indonesia dan Kemenkeu
Menkeu Purbaya Singgung Dana Rp425 Triliun Mengendap di BI, Pernah Terjadi di Era Jokowi
NTT Masih Miskin, DPRD Dapat Rumah dan Transportasi Mewah
Menkeu Purbaya Dikritik Soal Target Pertumbuhan 7 Persen di Rapat Perdana dengan DPR