REPORTASENTT.COM, KUPANG- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar rapat evaluasi pendataan dan program bagi orang miskin secara daring dari Ruang Rapat Gubernur, Jumat (6/2/2026).
Rapat ini dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, unsur Forkopimda NTT, pimpinan organisasi perangkat daerah Provinsi NTT, para bupati se-NTT, perwakilan perbankan, serta pimpinan instansi vertikal.
Dalam forum tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan keprihatinan atas kondisi lapangan yang masih memperlihatkan ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial.
Ia menyoroti temuan warga yang hidup dalam kondisi miskin justru tidak tercatat sebagai penerima bantuan, sementara warga yang secara ekonomi tergolong mampu masih terdata.
Situasi ini dinilai tidak sekadar persoalan administrasi, melainkan menyentuh aspek kemanusiaan, keselamatan, serta martabat masyarakat.
Menurut Melki, pembenahan data kemiskinan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah desa. Seluruh unsur di tingkat akar rumput diminta terlibat aktif dalam proses pendataan.
Ia menyebut peran RT/RW, kader Posyandu, pendamping PKH, Dukcapil, Babinsa, guru, tenaga kesehatan, penyuluh, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat penting dalam validasi langsung di lapangan.
Pendekatan jemput bola perlu dilakukan, termasuk memastikan urusan administrasi kependudukan tidak menjadi hambatan bagi warga.
Melki juga meminta perhatian khusus pada sektor pendidikan, terutama persoalan Program Indonesia Pintar (PIP) yang kerap terkendala administrasi, serta larangan pungutan yang membebani siswa dari keluarga tidak mampu.
Baca Juga: Administrasi yang Membunuh: Di Balik Kematian Siswa SD di Ngada, Negara Absen Melindungi Anak
Layanan konseling sekolah diminta kembali diaktifkan.
Di bidang kesehatan, percepatan verifikasi kepesertaan PBI BPJS menjadi perhatian agar warga miskin tetap memperoleh akses layanan kesehatan.
Seluruh arahan tersebut bermuara pada upaya membenahi pendataan warga miskin secara menyeluruh dan mempertajam program bantuan sosial agar benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan di NTT.
Di bidang kesehatan, percepatan verifikasi kepesertaan PBI BPJS menjadi perhatian agar warga miskin tetap memperoleh akses layanan kesehatan.
Seluruh arahan tersebut bermuara pada upaya membenahi pendataan warga miskin secara menyeluruh dan mempertajam program bantuan sosial agar benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan di NTT.
Artikel Terkait
Warga Ngampang Mas Soroti Mutu Proyek Jalan Rp1,2 Miliar di Borong
Video Perjalanan Tiga Guru SMP di Padang Pariaman Viral, Lewati Sawah hingga Bukit Demi Menyambangi Siswa yang Tak Kunjung Masuk Sekolah
Tangkap dan Pukul Maling di Tokonya, Pemilik Usaha di Deli Serdang Jadi Tersangka, Polda Sumut Rilis Poster DPO
Hujan Deras Mengubah Kelas Jadi Aliran Air, Potret Perjuangan Siswa SD di Amfoang Timur NTT Ini Mengundang Keprihatinan
Di Hadapan Ibu dan Nenek Almarhum, Gubernur NTT Sampaikan Maaf Negara: Kematian Anak di Ngada Jadi Tamparan Nurani Kekuasaan