Flores Timur dan Siklus Bencana, Forum Diskusi Kopi Juang Soroti Kegagalan Sistem Mitigasi

Photo Author
Paulina Labina, Reportase NTT
- Kamis, 19 Februari 2026 | 20:38 WIB
Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi para korban bencana erupsi Gunung Lewotobi.  (Foto/ Dok Sar)
Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi para korban bencana erupsi Gunung Lewotobi. (Foto/ Dok Sar)

 

Baca Juga: Kontroversi Wakaf Al-Qur’an, Taqy Malik dan Randy Permana Bersilang Data Soal Harga Mushaf



Forum ini memandang setiap korban jiwa sebagai sinyal persoalan struktural. Ketika jalur evakuasi tidak jelas dan anggaran belum berdampak pada kesiapsiagaan, bencana berkembang menjadi persoalan sosial dan politik.


Kristoforus menyebut Flores Timur membutuhkan perubahan pendekatan dalam penanganan bencana, mulai dari penataan ruang yang tegas, penguatan sistem peringatan dini, pendidikan kebencanaan berbasis komunitas, hingga keterbukaan anggaran.



“Keselamatan rakyat bukan proposal, bukan seremoni. Itu kewajiban,” katanya.

 

Baca Juga: Anak di Bawah Umur Diduga Curi Mesin Mebel di Oebufu, Kasus Diselesaikan Secara Restoratif



Diskusi publik tersebut juga diarahkan untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem mitigasi di Flores Timur.

Forum Kopi Juang menilai keselamatan warga merupakan hak yang harus dipenuhi negara sebelum bencana terjadi, bukan sesudahnya.

Pertanyaan yang mengemuka dalam forum adalah sampai kapan masyarakat menunggu perubahan sistem.

 

Baca Juga: Penyisiran Intensif Hari Kedua: Kronologi Lengkap Penemuan Mateus Rohi di Perairan Wuring

Bagi Forum Kopi Juang, tanpa pembenahan kebijakan dan pelaksanaan mitigasi yang nyata, siklus bencana di Flores Timur akan terus berulang dan menempatkan warga sebagai pihak paling terdampak.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X