Eks Karyawan RS Bukit Lewoleba Bongkar Dugaan Diskriminasi dan Larangan Ikut CPNS

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:04 WIB
Aletha Anunsiatah Dawan saat ditemui usai perundingan bipartit kedua di Lewoleba, Jumat (20/2/2026), mengisahkan dugaan diskriminasi yang dialaminya bersama rekan-rekannya. (Foto Bernad Nara )
Aletha Anunsiatah Dawan saat ditemui usai perundingan bipartit kedua di Lewoleba, Jumat (20/2/2026), mengisahkan dugaan diskriminasi yang dialaminya bersama rekan-rekannya. (Foto Bernad Nara )



Aletha juga mengisahkan pengalamannya saat kembali melamar pekerjaan di rumah sakit yang sama dengan bekal sertifikat prakarya kesehatan yang diikuti pada 1996–1997.

 

Lamaran tersebut ditolak dengan alasan dirinya dianggap terlalu banyak berbicara.

 

Baca Juga: Flores Timur dan Siklus Bencana, Forum Diskusi Kopi Juang Soroti Kegagalan Sistem Mitigasi

Penolakan itu, menurut dia, disampaikan oleh Paulus Manggotu Ujan, S.Fil yang kini menjabat Kepala Bidang SDM di RS Bukit Lewoleba.



Cerita tersebut kembali diungkap Aletha, yang juga dikenal dengan sapaan Nundawan, setelah mengikuti perundingan bipartit kedua antara pihak yayasan dan Agustina Sabu Beda yang pada akhirnya tidak menghasilkan kesepakatan pada Jumat (20/2/2026).

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X