Ketua KPU Flotim Klarifikasi Pernyataannya, 'Tanah Kuburan Masih Basah'

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Sabtu, 2 Maret 2024 | 22:00 WIB
Antonius Djentera Betan,  Ketua Komisioner KPU Flores Timur.  (Foto/ ReportaseNTT.com )
Antonius Djentera Betan, Ketua Komisioner KPU Flores Timur. (Foto/ ReportaseNTT.com )

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Publik Flores Timur dibuat heboh dengan pernyataan oleh ketua komisioner KPU Flores Timur Antonius Djentera Betan pada saat rapat pleno rekapitulasi Pemilu, Sabtu (2/3/2024) tadi.

Kalimat yang diduga rasis dan dialamatkan kepada Robert Ledor salah satu saksi Partai Garuda pada saat itu pun menuai banyak Kecaman dari netizen.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Antonius Djentera Betan, memberikan klarifikasi terkait pernyatannya berbau rasisnya itu.

Baca Juga: Siap-siap, Polres Flores Timur Gelar Operasi Keselamatan Mulai 4 Maret 2024

Menurutnya, kalimat akhir 'Tanah Kuburan Masih Basah' punya makna mengajak forum agar menghargai perjuangan penyelenggara Pemilu hingga satu anggota PPK Solor Barat, Yohanes Baptista Atalawan Hayon meninggal dunia.

Pernyataan yang dialamatkan ke saksi partai Garuda, Robet Ledor dengan membawa-bawa 'Tanah Solor' itu diklaim mengandung makna lain, bukan sikap rasis.

"Kebetulan yang sering mempersalahkan pekerjaan teman-teman ini orang dari Solor (Robet Ledor). Apakah dia tidak merasa iba melihat orang Solor mempertaruhkan nyawa untuk demokrasi," ujarnya.

Baca Juga: Dugaan Kasus Korupsi Dana Hibah Koni Ende, 42 Saksi Diperiksa Penyidik

Antonius menambahkan, keluarga besar KPU Flores Timur masih dalam suasana duka dan kurang elok jika rapat pleno selalu diwarnai protes keras hingga skorsing.

Antonius mempertegas bahwa bahasa yang terlanjur menghebohkan seisi forum itu bukan dalam konteks menghina orang Solor.

"Sekali lagi itu bukan rasis, tapi respek untuk teman yang meninggal dunia," tuturnya.

Baca Juga: Singgung Solor, Netizen Kecam Pernyataan Ketua Komisioner KPU Flores Timur

Diberitakan sebelumnya, Ketua KPU Flores Timur, Antonius Djentera Betan mengusir saksi dari partai Garuda, Robert Ledor, Sabtu, 2 Maret 2024.

Selain mengusir dengan nada kasar, Antonius Djentera Betan juga mengeluarkan kalimat tak etis dan berbau rasis. Dia menyinggung tanah Solor, kampung halaman Robetr Ledor.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X