REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO- Sembilan orang pelajar di salah satu Sekolah kejuruan di Kota Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, akhirnya diamankan oleh Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat.
Para pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) ini nekat melakukan aksi konvoi usai pelaksanaan ujian akhir sekolah.
Para pelajar saat diamankan terlihat mengenakan seragam sekolah. Dengan melakukan konvoi para pelajar tersebut tampak mencoret-coret seragamnya setelah melaksanakan ujian akhir sekolah.
Baca Juga: Per Maret 2024 Inflasi Year on Year Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 1,92 persen
Meski belum ada pengumuman kelulusan, para pelajar dari salah satu sekolah di Manggarai Barat itu nekat melakukan aksi konvoi dengan mengendarai sepeda motor.
Meski belum ada pengumuman kelulusan, para pelajar dari salah satu sekolah di Manggarai Barat itu nekat melakukan aksi konvoi dengan mengendarai sepeda motor.
Aksi tersebut terjadi di Jalan Trans Flores yang menghubungkan Labuan Bajo- Ruteng tepatnya di depan Rumah Sakit Pratama Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin (22/04/2024) kemarin sekira pukul 15.30 Wita.
Warga yang sekitar yang melihat aksi ini menjadi resah dan melaporkan ke petugas kepolisian yang sedang berpatroli di daerah itu.
Warga yang sekitar yang melihat aksi ini menjadi resah dan melaporkan ke petugas kepolisian yang sedang berpatroli di daerah itu.
Baca Juga: Sukses Lobi SC Heerenveen, Nathan Bisa Kembali Bergabung dengan Indonesia di Doha
Kapolres Mabar, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, para pelajar tersebut diamankan dalam operasi cipta kondisi untuk mencegah aksi konvoi dan mengantisipasi tawuran yang marak terjadi pasca ujian akhir sekolah.
Kapolres Mabar, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, para pelajar tersebut diamankan dalam operasi cipta kondisi untuk mencegah aksi konvoi dan mengantisipasi tawuran yang marak terjadi pasca ujian akhir sekolah.
"Konvoi kendaraan yang dilakukan para siswa ini cukup menggangu kelancaran arus lalu lintas hingga membuat resah warga sekitar. Mereka juga tidak menggunakan helm atau pelindung kepala, jadi terpaksa kami amankan," kata Kapolres Mabar pada Selasa (23/04/2024) sore.
Dalam operasi itu, Polres Manggarai Barat mengamankan sepeda motor termasuk para pelajar dari salah satu sekolah menengah kejuruan itu.
Baca Juga: Kenakan Nowing Saat Mendaftar di Golkar, Petrus Keron: Jadi Pemimpin Jangan Lupa Adat Budaya
"Ada sembilan sepeda motor dan sembilan orang siswa yang mengendarainya saat konvoi tersebut dikenai tilang lantaran kondisi sepeda motor tidak sesuai spesifikasi teknis yakni menggunakan knalpot brong," ungkap Mantan Kapolres Alor itu.
"Ada sembilan sepeda motor dan sembilan orang siswa yang mengendarainya saat konvoi tersebut dikenai tilang lantaran kondisi sepeda motor tidak sesuai spesifikasi teknis yakni menggunakan knalpot brong," ungkap Mantan Kapolres Alor itu.
"Apalagi, banyak dari mereka yang tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan," tambahnya.
Seusai diamankan, para pelajar tersebut dibawa ke Mapolsek Komodo Polres Manggarai Barat untuk didata dan dilakukan pembinaan. Pihak kepolisian juga telah memanggil orang tua dari pelajar tersebut.
"Para orang tua siswa sudah kita panggil untuk menjemput anaknya dan membuat surat pernyataan. Untuk kendaraan yang tidak memiliki surat kita tahan," jelasnya.
Kapolres Mabar juga menyebutkan, imbauan untuk tidak menggelar konvoi setelah mengikuti ujian akhir sekolah sudah digencarkan Polres Manggarai Barat dengan mendatangi setiap sekolah baik SMA maupun SMK termasuk melalui media sosial.
Dikatakan Kapolres agar para pelajar merayakan dengan kegiatan positif, bukan malah turun ke jalan untuk konvoi ataupun ugal-ugalan di jalan raya yang dapat membahayakan diri sendiri terlebih orang lain.
Baca Juga: Dua Pelaku Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Ende Dibekuk Tim Buru Sergap Satreskrim
"Kami sudah memberikan imbauan untuk tidak melakukan konvoi atau membuat kerumunan-kerumunan yang mengganggu ketertiban umum. Termasuk sekolah dari sembilan orang siswa ini juga sudah kita datangi dan berikan imbauan," tutur Alumni Akpol angkatan 2004 itu.
Ia pun kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para pelajar agar merayakan kegembiraan pasca ujian sebaiknya dilakukan dengan berkegiatan yang positif.
"Kami sudah memberikan imbauan untuk tidak melakukan konvoi atau membuat kerumunan-kerumunan yang mengganggu ketertiban umum. Termasuk sekolah dari sembilan orang siswa ini juga sudah kita datangi dan berikan imbauan," tutur Alumni Akpol angkatan 2004 itu.
Ia pun kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para pelajar agar merayakan kegembiraan pasca ujian sebaiknya dilakukan dengan berkegiatan yang positif.
Artikel Terkait
Kasus Narkoba di Labuan Bajo Meningkat, Kapolres Mabar Tegaskan Hal Ini!
Internasional HDCM RI-RRT di Labuan Bajo, Ratusan Personil TNI dan Polri Disiapkan
Buntut Tawuran Antar Pelajar di Labuan Bajo, Polres Mabar Bakal Lakukan Hal Ini ke Sekolah
Tawuran Antar Pelajar Siswa SMK Stella Maris dan SMKN 1 Labuan Bajo, Ini Penyebabnya!
Berlayar dari Labuan Bajo ke Padar, Rombongan HGH-Level Dialogue and Cooperation Mechanism Dikawal Ketat