Buntut Tawuran Antar Pelajar di Labuan Bajo, Polres Mabar Bakal Lakukan Hal Ini ke Sekolah

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 21 April 2024 | 17:03 WIB
Kapolres Mabar, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M./ backround foto Ist/ Desain Tim
Kapolres Mabar, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M./ backround foto Ist/ Desain Tim
 
 
REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO- Beberapa hari lalu, publik pada media sosial dihebohkan dengan beredarnya video tawuran antar pelajar di kota Labuan Bajo, ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat.
 
Tawuran itu melibatkan pelajar SMK Stella Maris dan SMKN 1 Labuan Bajo viral di media sosial, Sabtu (20/04/2024) siang.
 
Polres Manggarai Barat ( Mabar) mengamankan tujuh pelajar yang terlibat tawuran. Namun, telah dikembalikan ke orang tua setelah dibina.
 
 
Antisipasi agar hal itu tidak terjadi lagi, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat akan melakukan upaya preventif untuk mencegah tawuran antar pelajar di Labuan Bajo. 

Kapolres Mabar, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M, menyampaikan pihak kepolisian akan mendatangi sekolah- sekolah terkait, untuk melakukan sosialisasi tentang larangan untuk melakukan konvoi dan perkelahian antar pelajar.
 
Ia juga menghimbau kepada seluruh pelajar di Manggarai Barat agar lebih mengutamakan pendidkan, masa depan.
 
 
"Fokus mengikuti ujian dari pada tawuran. Kalau memang sedang ujian, fokus saja ujian," harapnya.

Ari mengatakan pihaknya juga akan bersosialisasi dengan melibatkan para kepala sekolah dan orang tua agar tawuran antar pelajar tak terulang kembali di Labuan Bajo.

"Tidak lanjut agar tidak terulang kembali, kita kumpulkan kepala sekolah, orang tua dan siswanya, kita kumpulkan," ungkap Alumni Akpol angkatan 2004 itu.
 
Baca Juga: Seminggu di Kepulauan Seribu, Akhir Pelarian Pelaku Pembacokan Terhadap Tukang Nasi Goreng diJakarta Utara

Di sisi lain, pihak Polres Mabar juga akan menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Barat agar intens memberikan pemahaman kepada seluruh siswa agar aksi tawuran pelajar di Labuan Bajo tak perlu dilakukan kembali.

"Kita lebih kepada upaya pencegahan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, upaya koordinasi dengan dinas pendidikan dan pihak sekolah untuk intens memberikan pemahaman kepada para siswa agar kegiatan-kegiatan yang tidak perlu seperti itu jangan dilakukan lagi," jelasnya.

Sebelumnya, peristiwa terekam dalam video yang viral di media sosial dan menunjukkan sekelompok pelajar terlibat perkelahian di jalanan.
 
Baca Juga: Berkas Perkara Dugaan Korupsi Dana Desa Nonotbatan Dilimpahkan ke Kejaksaan Kefamenanu

Menurut Kapolres Mabar, tawuran tersebut terjadi pada Sabtu siang pasca ujian sekolah. Diduga, tawuran terjadi akibat kesalahpahaman dan ketersinggungan antar kelompok pelajar.

"Mereka selesai ujian, terus konvoi. Mungkin karena ada ketersinggungan pembicaraan yang nadanya tinggi, mereka jadi berkelahi," ujar Mantan Kapolres Alor itu.

Lanjut, lokasi tawuran berada sekitar 100 meter dari Markas Satuan Brimob Kompi 4 Batalyon B Pelopor Labuan Bajo, sehingga aksi saling serang antarpelajar SMK Stella Maris dan SMKN 1 Labuan Bajo tersebut cepat diredam. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
 
Baca Juga: Usai Indonesia Kalahkan Australia, Ini Komentar Ketua Umum PSSI Erick Thohir

"Dalam kejadian tersebut seorang pelajar mengalami bengkak di kepala dan bahu akibat pukulan. Selain itu, mereka yang terlibat tawuran berhasil diamankan sebanyak tujuh orang," pungkasnya.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X