REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Konferensi Kerja Kabupaten IV PGRI Flores Timur (Flotim), yang berlangsung di Hotel ASA, Senin (30/12/2024), menjadi panggung diskusi hangat tentang regenerasi kepemimpinan dalam organisasi ditubuh PGRI Flotim.
Dalam forum itu, mantan Ketua Asosiasi guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Cabang Flores Timur, selama dua periode, kembali menegaskan keputusannya untuk tidak melanjutkan kepemimpinan pada periode 2025- 2030.
“Keputusan ini saya ambil untuk memberikan ruang kepada guru- guru muda agar mereka bisa memimpin PGRI ke depan,” ujar Maksimus, menekankan pentingnya regenerasi untuk keberlanjutan organisasi.
Baca Juga: Komisi II Janjikan P3K dan Konflik Pertanahan Jadi Prioritas 2025!
Namun, keputusannya menuai respons keras dari para Ketua Cabang PGRI yang hadir.
Mereka menyuarakan penolakan atas keputusan tersebut dan mendesak Maksimus untuk mempertimbangkan kembali niatnya.
Albertus Da Gomez, pengurus senior PGRI Flores Timur, mengungkapkan bahwa kepemimpinan Maksimus adalah faktor kunci dalam memotivasi anggota organisasi.
Baca Juga: Jejak Sunyi di Patisira Walang: Puluhan Tahun Menanti Jalan yang Tak Kunjung Datang
“Kami yang sudah tua ini merasa tergerak dan bersemangat untuk tetap aktif karena aura kepemimpinan beliau,” ujar Albertus.
Hal senada disampaikan Petrus Kowa Deket, Ketua PGRI Cabang Witihama, yang menyebut peran Maksimus tak tergantikan.
“Walaupun secara fisik Ama Maksimus mungkin tidak lagi berada di Flores Timur, hati dan pikirannya tetap kami butuhkan untuk mendukung PGRI Flores Timur,” tegas Petrus.
Baca Juga: Investigasi Tragedi Boeing 737-800 Jeju Air: Keselamatan Penerbangan Global di Ujung Tanduk
Kepemimpinan Maksimus Masan Kian dinilai membawa transformasi besar bagi PGRI Flores Timur.
Artikel Terkait
PPG Guru 2024: Kemendikdasmen Luluskan 98,59 Persen Peserta, Apa Rahasia Dibaliknya?
Datangi Bengkel di Labuan Bajo: Polisi Tegaskan Larangan Knalpot Racing di Malam Tahun Baru!
Investigasi Tragedi Boeing 737-800 Jeju Air: Keselamatan Penerbangan Global di Ujung Tanduk
Jejak Sunyi di Patisira Walang: Puluhan Tahun Menanti Jalan yang Tak Kunjung Datang
Komisi II Janjikan P3K dan Konflik Pertanahan Jadi Prioritas 2025!