REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Misa tutup tahun yang dilaksanakan di Stasi Kolaka, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur (Flotim), pada 31 Desember 2024, menjadi momen refleksi mendalam bagi umat yang hadir saat itu.
Dalam khotbahnya, Romo David Doni mengajak umat untuk merenungkan makna waktu dalam kehidupan dan memperbarui komitmen untuk setia mengikuti Kristus hingga akhir hayat.
Romo David membuka perayaan dengan ungkapan syukur yang sederhana namun sarat makna:
Baca Juga: Hartini Harun: Catatan dari Lapangan, Tentang Pilihan Hidup dan Takdir Allah
“Terima kasih, waktu. Telah menghadirkan Natal dan mengantar kita meninggalkan tahun lama, menyongsong tahun baru. Kita bersyukur, karena waktu adalah anugerah Allah, bukan milik kita.”
Ia menegaskan bahwa waktu, meski kerap dianggap milik manusia, sejatinya adalah milik Allah yang abadi.
“Waktu yang terus berjalan adalah ruang yang Allah berikan untuk kita hidup, merasakan kasih-Nya, dan berupaya menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga: Terobosan 2025: Rahasia Mendikdasmen untuk Guru Sejahtera dan Pembelajaran Revolusioner
Dalam suasana malam itu, Romo David mengajukan pertanyaan mendalam:
“Kita adalah orang-orang yang sudah menerima kasih Allah. Namun, apakah kita masih punya harapan dan komitmen yang sama untuk mengikuti Kristus hingga batas waktu terakhir?”
Pertanyaan ini mengajak umat untuk merenungkan sejauh mana mereka setia pada panggilan iman.
Baca Juga: Akhir Pelarian Seorang Ojek Online, Ditangkap di Alor Karena Terlibat Kasus Ini!
Hidup dalam terang Kristus, menurut Romo David, adalah pilihan yang harus terus diperbarui, meskipun tantangan hidup kerap menggoda untuk menjauh.
Romo David mengingatkan umat bahwa Natal adalah bukti nyata janji Allah yang hadir di tengah manusia.
Kehadiran Yesus sebagai Juru Selamat tambah Romo David, membawa terang ilahi, membaharui hidup, dan menyelamatkan dunia dari kegelapan dosa.
Baca Juga: Catatan Akhir Tahun 2024: 469 Aduan, Polri Jadi Sorotan Komisi III
Melalui bacaan Injil Rasul Yohanes, Romo menekankan bahwa Allah adalah Bapa yang penuh kasih.
Karunia iman diberikan kepada manusia melalui Kristus, yang menjadi sumber kekuatan dan harapan dalam kehidupan.
“Kisah hidup kita di tahun ini menjadi kenangan, tetapi cerita iman kita terus berjalan. Pilihan ada di tangan kita: menjadi anak terang atau tetap hidup dalam kegelapan,” katanya.
Baca Juga: Investigasi Tragedi Boeing 737-800 Jeju Air: Keselamatan Penerbangan Global di Ujung Tanduk
Misa ditutup dengan ajakan untuk menanggalkan dosa, kebodohan, dan kesombongan yang sering kali menyelimuti hati.
Romo David menegaskan, pertobatan adalah langkah menuju pembaharuan diri.
“Mari kita ucapkan selamat tinggal pada tahun 2024 dengan hati yang bersyukur dan menyambut tahun 2025 dengan harapan baru. Tuhan memberkati kita semua," ajak Romo David. (Elen Labina)
Artikel Terkait
Catatan Akhir Tahun 2024: 469 Aduan, Polri Jadi Sorotan Komisi III
36 Personel Polres Ende Naik Pangkat, Kapolres Joni: Tingkatkan Profesionalisme
Akhir Pelarian Seorang Ojek Online, Ditangkap di Alor Karena Terlibat Kasus Ini!
Terobosan 2025: Rahasia Mendikdasmen untuk Guru Sejahtera dan Pembelajaran Revolusioner
Hartini Harun: Catatan dari Lapangan, Tentang Pilihan Hidup dan Takdir Allah