REPORTASENTT.COM, MALUKU UTARA- Aktivitas vulkanik Gunung Ibu terus meningkat dengan laporan erupsi yang menghasilkan kolom abu setinggi 400 hingga 1.500 meter di atas kawah.
Letusan terbesar tercatat pada pukul 15:44 WIT, menghasilkan kolom abu kelabu tebal yang mengarah ke barat. Aktivitas ini terpantau di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.
Dengan kondisi ini, pemerintah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari puncak kawah, serta wilayah sektoral sejauh 6 km ke arah bukaan kawah utara.
Dengan kondisi ini, pemerintah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari puncak kawah, serta wilayah sektoral sejauh 6 km ke arah bukaan kawah utara.
Baca Juga: Mengejutkan! Keroyok Korban di Pesta, Dua Pelaku Dibekuk Jatanras Polresta Kupang di Alor
Masyarakat juga diingatkan untuk mematuhi arahan resmi pemerintah dan tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat merespons peningkatan status Gunung Ibu dari level III ‘Siaga’ menjadi level IV ‘Awas’ yang ditetapkan pada Rabu (15/1).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat merespons peningkatan status Gunung Ibu dari level III ‘Siaga’ menjadi level IV ‘Awas’ yang ditetapkan pada Rabu (15/1).
Tim BNPB yang dipimpin oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati, telah tiba di Kabupaten Halmahera Barat pada, Kamis (16/1), untuk memastikan penanganan darurat pascaerupsi berjalan dengan baik.
Baca Juga: Tak Terduga: Pasukan Pengawal Presiden Korea Selatan Mundur Setelah Berminggu- minggu Melawan!
Raditya Jati menggelar pertemuan dengan BPBD Provinsi Maluku Utara, Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah, serta Forkopimda setempat untuk menyusun langkah-langkah penanganan.
Raditya Jati menggelar pertemuan dengan BPBD Provinsi Maluku Utara, Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah, serta Forkopimda setempat untuk menyusun langkah-langkah penanganan.
"Kami hadir untuk mendukung pemerintah daerah memastikan keselamatan masyarakat dan penanganan dampak erupsi berjalan efektif," ujar Raditya.
Tim BNPB juga mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Api Ibu untuk mendapatkan informasi terkini dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Tim BNPB juga mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Api Ibu untuk mendapatkan informasi terkini dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Selain itu, mereka meninjau pos pengungsian di Gereja Tongotesungi, Desa Akesibu, Kecamatan Ibu, yang saat ini menampung 182 jiwa pengungsi.
Di lokasi pengungsian, warga mengaku telah menerima fasilitas yang memadai, termasuk kebutuhan makanan dan layanan kesehatan.
Di lokasi pengungsian, warga mengaku telah menerima fasilitas yang memadai, termasuk kebutuhan makanan dan layanan kesehatan.
"Kami bersyukur atas dukungan pemerintah. Harapannya, bantuan terus berlanjut hingga situasi kembali normal," ujar salah satu pengungsi.
Artikel Terkait
Hari Desa Nasional: Strategi Baru Pemkab Flotim Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Uskup Agung Ende Tantang Proyek Geothermal: Seruan Tegas untuk Lindungi Ekologi Flores
Presiden Korea Selatan Ditahan atas Tuduhan Pemberontakan dan Penyalahgunaan Kekuasaan
Tak Terduga: Pasukan Pengawal Presiden Korea Selatan Mundur Setelah Berminggu- minggu Melawan!
Mengejutkan! Keroyok Korban di Pesta, Dua Pelaku Dibekuk Jatanras Polresta Kupang di Alor