Gunung Ibu Erupsi Dahsyat: Kolom Abu 1.500 Meter, Warga Diminta Siaga!

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Jumat, 17 Januari 2025 | 15:52 WIB
Gunung Ibu di Halmahera Utara saat sedang erupsi. (Foto BPBN)
Gunung Ibu di Halmahera Utara saat sedang erupsi. (Foto BPBN)
 
 

REPORTASENTT.COM, MALUKU UTARA- Aktivitas vulkanik Gunung Ibu terus meningkat dengan laporan erupsi yang menghasilkan kolom abu setinggi 400 hingga 1.500 meter di atas kawah.
 
Letusan terbesar tercatat pada pukul 15:44 WIT, menghasilkan kolom abu kelabu tebal yang mengarah ke barat. Aktivitas ini terpantau di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.

Dengan kondisi ini, pemerintah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari puncak kawah, serta wilayah sektoral sejauh 6 km ke arah bukaan kawah utara.
 
 
Masyarakat juga diingatkan untuk mematuhi arahan resmi pemerintah dan tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat merespons peningkatan status Gunung Ibu dari level III ‘Siaga’ menjadi level IV ‘Awas’ yang ditetapkan pada Rabu (15/1).
 
Tim BNPB yang dipimpin oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati, telah tiba di Kabupaten Halmahera Barat pada, Kamis (16/1), untuk memastikan penanganan darurat pascaerupsi berjalan dengan baik.
 
Baca Juga: Tak Terduga: Pasukan Pengawal Presiden Korea Selatan Mundur Setelah Berminggu- minggu Melawan!

Raditya Jati menggelar pertemuan dengan BPBD Provinsi Maluku Utara, Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah, serta Forkopimda setempat untuk menyusun langkah-langkah penanganan.
 
"Kami hadir untuk mendukung pemerintah daerah memastikan keselamatan masyarakat dan penanganan dampak erupsi berjalan efektif," ujar Raditya.

Tim BNPB juga mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Api Ibu untuk mendapatkan informasi terkini dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
 
 
Selain itu, mereka meninjau pos pengungsian di Gereja Tongotesungi, Desa Akesibu, Kecamatan Ibu, yang saat ini menampung 182 jiwa pengungsi.

Di lokasi pengungsian, warga mengaku telah menerima fasilitas yang memadai, termasuk kebutuhan makanan dan layanan kesehatan.
 
"Kami bersyukur atas dukungan pemerintah. Harapannya, bantuan terus berlanjut hingga situasi kembali normal," ujar salah satu pengungsi.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X