Ia menegaskan, peluncuran data hasil pengkajian bukan sekadar kegiatan seremonial. Data, kata dia, harus menjadi dasar kebijakan untuk menemukan solusi.
“Hari ini kita launching data, tapi bukan hanya data. Kita cari masalahnya dan rumuskan solusi bersama,” lanjutnya.
Baca Juga: Soal Kisruh Penjemputan Atlet Tinju Forlan Rivaldo, Ini Penjelasan Dino Karjon
Menurut Agas, kerja kolaboratif lintas sektor sangat penting.
“Kita bukan Superman. Kita kerja tim agar kolaborasi ini bisa menekan angka kematian ibu dan anak,” tegasnya.
Bupati Agas juga mengungkap penyebab utama kematian ibu dan bayi di Manggarai Timur.
Baca Juga: Tiga Pejabat KPU Sumba Timur Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Pilkada 2024
“Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan dan hipertensi. Sedangkan bayi, kebanyakan karena berat badan lahir rendah,” jelasnya.
Ia menargetkan angka kematian bisa ditekan hingga nol.
“Kita berjuang supaya nol kematian. Setiap kasus harus diidentifikasi satu per satu,” tambahnya.