REPORTASENTT.COM, BORONG- Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menegaskan bahwa penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) membutuhkan kerja lintas sektor yang solid.
“Penurunan AKI dan AKB tidak bisa dijalankan hanya oleh sektor kesehatan, tapi membutuhkan kolaborasi semua pihak,” kata Bupati Agas Andreas saat membuka kegiatan Diseminasi Hasil Pengkajian Kasus Kematian Ibu dan Anak Tahun 2025 di Kafe Anera, Borong, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga: Danrem 161/Wira Sakti Bicara Soal Kasus Ayah Prada Lucky Namo: Proses Hukum Harus Dihormati
Agas menekankan bahwa persoalan kematian ibu dan anak bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi seluruh elemen masyarakat.
“Kita tidak hanya menyimak angka-angka, tapi mencari penyebab dan solusinya. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Hadiah untuk Puskesmas Nol Kasus
Bupati Agas bahkan berencana memberikan penghargaan khusus kepada puskesmas yang berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi hingga nol.
“Saya akan cek AKI dan AKB di semua puskesmas. Yang tertinggi akan dievaluasi, yang nol akan diberi hadiah. Saya akan cari dananya sendiri,” ucap Agas.
Artikel Terkait
65 Kampung Nelayan Merah Putih Ditarget Rampung Tahun Ini, Begini Arahan Langsung Presiden Prabowo
Rieke Diah Pitaloka: Tanpa Pers, UU BPJS Tak Akan Pernah Lahir!
Seruan dari Senayan: Komisi I DPR RI Desak TNI Bongkar Dalang di Balik Kematian Prada Lucky
Ombudsman NTT Temui Bupati Flores Timur, Bahas Pelayanan Publik dan Ketersediaan Obat JKN di RSUD Larantuka
Danrem 161/Wira Sakti Bicara Soal Kasus Ayah Prada Lucky Namo: Proses Hukum Harus Dihormati