Ia menegaskan, peluncuran data hasil pengkajian bukan sekadar kegiatan seremonial. Data, kata dia, harus menjadi dasar kebijakan untuk menemukan solusi.
“Hari ini kita launching data, tapi bukan hanya data. Kita cari masalahnya dan rumuskan solusi bersama,” lanjutnya.
Baca Juga: Soal Kisruh Penjemputan Atlet Tinju Forlan Rivaldo, Ini Penjelasan Dino Karjon
Menurut Agas, kerja kolaboratif lintas sektor sangat penting.
“Kita bukan Superman. Kita kerja tim agar kolaborasi ini bisa menekan angka kematian ibu dan anak,” tegasnya.
Bupati Agas juga mengungkap penyebab utama kematian ibu dan bayi di Manggarai Timur.
Baca Juga: Tiga Pejabat KPU Sumba Timur Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Pilkada 2024
“Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan dan hipertensi. Sedangkan bayi, kebanyakan karena berat badan lahir rendah,” jelasnya.
Ia menargetkan angka kematian bisa ditekan hingga nol.
“Kita berjuang supaya nol kematian. Setiap kasus harus diidentifikasi satu per satu,” tambahnya.
Artikel Terkait
65 Kampung Nelayan Merah Putih Ditarget Rampung Tahun Ini, Begini Arahan Langsung Presiden Prabowo
Rieke Diah Pitaloka: Tanpa Pers, UU BPJS Tak Akan Pernah Lahir!
Seruan dari Senayan: Komisi I DPR RI Desak TNI Bongkar Dalang di Balik Kematian Prada Lucky
Ombudsman NTT Temui Bupati Flores Timur, Bahas Pelayanan Publik dan Ketersediaan Obat JKN di RSUD Larantuka
Danrem 161/Wira Sakti Bicara Soal Kasus Ayah Prada Lucky Namo: Proses Hukum Harus Dihormati