Baca Juga: MKD Putuskan Adies Kadir dan Uya Kuya Tak Langgar Etik, Nafa Urbach hingga Eko Patrio Disanksi
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Ani Agas, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari verifikasi dan analisis data MPDN serta audit kasus kematian maternal dan perinatal tahun 2025.
“Kegiatan ini bertujuan menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Manggarai Timur,” kata Ani.
Ia menambahkan, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni dr. Yoan dan dr. Vini, serta diikuti 50 peserta dari lintas sektor dan organisasi profesi.
Baca Juga: Gubernur Melki Buka RS Pratama Solor, Disebut Tonggak Layanan Kesehatan Pulau Terluar
“Kami membiayai kegiatan ini melalui DAK Non Fisik Dinas Kesehatan sebesar Rp63,6 juta,” ungkapnya.
Ani berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi intervensi yang tepat serta memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan dan puskesmas.
Laporan: Acong Harson
Artikel Terkait
65 Kampung Nelayan Merah Putih Ditarget Rampung Tahun Ini, Begini Arahan Langsung Presiden Prabowo
Rieke Diah Pitaloka: Tanpa Pers, UU BPJS Tak Akan Pernah Lahir!
Seruan dari Senayan: Komisi I DPR RI Desak TNI Bongkar Dalang di Balik Kematian Prada Lucky
Ombudsman NTT Temui Bupati Flores Timur, Bahas Pelayanan Publik dan Ketersediaan Obat JKN di RSUD Larantuka
Danrem 161/Wira Sakti Bicara Soal Kasus Ayah Prada Lucky Namo: Proses Hukum Harus Dihormati