daerah

Generasi Muda dan Internasional Jelajahi Sejarah di Museum Gubug Wayang Mojokerto

Jumat, 27 Desember 2024 | 20:42 WIB
Mahasiswa Asing dan Lokal Antusias Kunjungi Museum Gubug Wayang, Kombes Pol Tri Suhartanto: Museum Jadi Sarana Edukasi Budaya dan Sejarah untuk Generasi Muda. (Foto mc-restrojakbar)
 


REPORTASENTT.COM- MOJOKERTO- Museum Gubug Wayang terus berkomitmen mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda, pada sejarah dan budaya Indonesia. Dalam kegiatan bertajuk “Visit Culture” yang digelar pada Selasa, 17 Desember 2024, museum ini menerima kunjungan dari 30 mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya), termasuk mahasiswa asing dari Jepang, Austria, Uzbekistan, Timor Leste, dan Korea Selatan.

Selain itu, sebanyak 95 siswa dari SMPN Tulungagung dan SMP Walisongo Gempol, Pasuruan, turut hadir dalam tiga sesi kunjungan.

Kombes Pol Tri Suhartanto, Penasehat Museum Gubug Wayang sekaligus anggota Polri, menegaskan pentingnya museum sebagai media pelestarian sejarah dan budaya bangsa.
 
Baca Juga: Kapolres Ende Lakukan Sidak ke Pos Pam Simpang Lima dalam Operasi Lilin Turangga 2024

“Melalui museum, kita bisa belajar tentang identitas dan martabat bangsa. Jika tidak tahu sejarah, kita sulit bermimpi tentang masa depan,” ujar Kombes Pol Tri saat diwawancarai pada Rabu (18/12/2024).

Sejak diresmikan pada 15 Agustus 2015, Museum Gubug Wayang telah menarik lebih dari 65.000 pengunjung.
 
Namun, angka kunjungan tahunan yang hanya mencapai sekitar 7.500 orang dinilai masih rendah.
 
Baca Juga: Tujuh Motor Ditilang di Kupang, RX KING Dominasi, Sidang Digelar Februari 2025

“Kegiatan seperti ‘Visit Culture’ diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya museum ini, terutama di wilayah Mojokerto, Malang, dan Batu,” tambah Tri Suhartanto.

Museum Gubug Wayang memiliki rekam jejak yang membanggakan dalam melestarikan seni dan budaya Nusantara.
 
Beberapa kegiatan besar yang pernah diselenggarakan meliputi Festival Wayang ASEAN, Festival Panji Nusantara, serta pengiriman Duta Budaya ke India dan Thailand.
 
Baca Juga: Dua Pelaku Curanmor Spesialis Rumah Kos di Sidoarjo Dibekuk Polisi

“Kami ingin seni budaya Nusantara tetap eksis, berkreasi, dan berinovasi,” tegas Tri Suhartanto.

Namun, museum ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas.
 
Gedung museum belum memiliki tempat parkir yang memadai, dan banyak artefak peninggalan Majapahit masih tersimpan di gudang.
 
Baca Juga: Oposisi Korea Selatan Ajukan Mosi Pemakzulan terhadap Penjabat Presiden Han Duck-soo, Krisis Politik Semakin Memanas

“Kami ingin Mojokerto menjadi pusat kebudayaan Majapahit. Artefak-artefak ini seharusnya dapat ditampilkan untuk mendukung edukasi budaya,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa dan pelajar diajak memahami keberagaman sejarah melalui koleksi artefak yang dimiliki museum.
 
Sebagai bentuk apresiasi, Museum Gubug Wayang memberikan kalender 2025 dan gantungan kunci kepada para pengunjung.
 
Baca Juga: Dari Pengungsi Vietnam ke Tradisi Natal: Perubahan Budaya dalam Keluarga Yvonne di Australia

“Salam budaya menyatukan bangsa,” pungkas Kombes Pol Tri Suhartanto.

Tags

Terkini