“Patroli laut ini kami gelar setelah menerima informasi dari AFP tentang buronan yang diduga memasuki wilayah NTT. Kegiatan ini juga bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Polda NTT, Divisi Hubungan Internasional Polri, dan AFP dalam pencegahan people smuggling serta mewujudkan program NTT Zero TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang),” ujar Kombes Djoko Lestari.
Menurut Djoko, patroli tersebut tidak hanya berfokus pada pencarian target AFP, tetapi juga memantau aktivitas masyarakat dan nelayan di pesisir.
Baca Juga: Polres Flores Timur Luncurkan PAMAPTA, Apa Bedanya dengan SPKT?
Dengan kecepatan kapal 3,8 knot, angin 10 km/jam, tinggi gelombang 0,1 meter, serta suhu udara 32°C, tim terus menyisir kawasan laut untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
“Selain upaya antisipasi people smuggling, kegiatan ini juga menguji kesiapan dan kecepatan personel KP3 Laut Tenau dalam merespons laporan masyarakat di laut,” tutur mantan Kapolres Pamekasan itu.
Artikel Terkait
Polda NTT Gerebek Kios di Pasar Oesao, Beras Diduga Tak Sesuai Standar Premium
Uang Daerah Mengendap, DPR Sentil Kemendagri: Jangan Hanya Awasi di Atas Kertas
Diduga Selewengkan Dana BOS dan DAK, Mantan Kepsek SLB Benpasi Ditahan Kejari TTU
Warga Benteng Raja Desak Perbaikan Jalan, DPRD Janji Kawal di Renja 2026
Kejati NTT Turun Tangan Kawal Proyek Jalan di Adonara, Ada Apa?