Laporan Frid Carvalho ke Polisi
Sebelumnya, Frid Carvalho melaporkan dugaan penggelapan sepeda motor ke Polres Flores Timur setelah kendaraan miliknya yang digadaikan disebut tidak dikembalikan saat jatuh tempo.
Frid menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula pada Januari 2026 sekitar tanggal 24, ketika sepeda motor miliknya digadaikan kepada Anggi dengan nilai Rp2 juta berdasarkan kesepakatan bersama.
Namun setelah waktu yang disepakati berlalu, Frid mengaku telah menyiapkan uang untuk menebus motor tersebut. Ia kemudian mencoba menghubungi Anggi untuk mengambil kembali kendaraannya.
Menurut Frid, upaya komunikasi sejak 26 Februari hingga 1 Maret 2026 tidak mendapatkan respons. Ia juga mendatangi rumah Anggi, namun tidak menemukan Anggi maupun kendaraan tersebut.
“Saya sudah siap uang untuk menebus motor saya, tapi saat dihubungi tidak ada respons,” kata Frid.
Karena tidak mendapat kejelasan mengenai keberadaan motor tersebut, Frid akhirnya mendatangi Polres Flores Timur pada Senin (2/3/2026) untuk membuat pengaduan.
Ia berharap kepolisian dapat memfasilitasi pemanggilan Anggi agar persoalan tersebut dapat dijelaskan secara terbuka.
“Saya hanya ingin tahu di mana keberadaan motor saya,” ujarnya.
Artikel Terkait
Dilema 30 Persen Belanja Pegawai: Wacana 9.089 P3K Dirumahkan, Pemprov NTT Lobi Pusat, Flores Timur Tuntut Revisi UU
Selebgram Ruce Nuenda Bikin Netizen Geram, Kena Campak tapi Tetap Nongkrong di Fasilitas Umum
Fokus Penegakan Hukum TPPO, Polda NTT Bantah Isu Pendampingan WNA dalam Sosialisasi PMI di Sumba
Kodam IX/Udayana Telusuri Dugaan Lolosnya Prajurit TNI AD Asal Larantuka yang Tersandung Kasus Hukum
Bupati Pekalongan Jadi Tersangka Tunggal, Akui Tak Paham Aturan karena Latar Belakang Penyanyi