Deepfake dan Hoaks AI Ancam Jurnalistik, Polda NTT Ingatkan Media Perketat Verifikasi Fakta

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Kamis, 21 Mei 2026 | 22:30 WIB
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pentingnya verifikasi fakta menghadapi ancaman deepfake dan hoaks berbasis AI digital.  (Foto/ ist/ dsn by Tim RNTT)
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pentingnya verifikasi fakta menghadapi ancaman deepfake dan hoaks berbasis AI digital. (Foto/ ist/ dsn by Tim RNTT)



Pembentukan TTIS dinilai penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi perkembangan kejahatan digital yang semakin kompleks, termasuk penyebaran konten manipulatif berbasis AI di media sosial.

Polda NTT juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap aturan hukum pers dan etika penyebaran informasi publik.

Seluruh personel kehumasan diminta tetap menghormati ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu kebebasan pers maupun proses kerja jurnalistik.

 

Baca Juga: Warga Narasaosina Serahkan Puluhan Senpi Rakitan dan Ratusan Anak Panah ke Polres Flores Timur

“Membangun komunikasi publik yang sehat harus dilakukan dengan menghormati independensi pers dan etika jurnalistik. Sinergi antara institusi, media, dan masyarakat menjadi kunci menjaga ruang digital tetap aman dan kondusif,” kata Henry.

Sebagai langkah antisipasi, Bidang Humas Polda NTT memperkuat pemantauan siber, pengelolaan media yang transparan, serta strategi cooling system untuk mencegah berkembangnya informasi menyesatkan di ruang digital.

Di sisi lain, perusahaan pers dan wartawan juga didorong meningkatkan kemampuan forensik digital dasar guna mendeteksi deepfake dan berbagai bentuk manipulasi AI lainnya agar kualitas produk jurnalistik tetap terjaga.

 

Baca Juga: DPO Penembak Bripka Arya Tewas Ditembak Polisi, Video Penangkapan Viral di Media Sosial

“Masyarakat juga harus lebih kritis terhadap informasi digital, terutama konten visual atau video yang kini sangat mudah dimanipulasi dengan teknologi AI. Jangan mudah percaya sebelum memastikan sumber dan kebenarannya,” tutur Henry.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X