3. Kardinal Marc Ouellet
Berusia 80 tahun, Ouellet dikenal luas sebagai pemimpin Kantor Kongregasi Uskup selama lebih dari satu dekade.
Di bawah Paus Benediktus XVI, ia membentuk jaringan uskup konservatif, meski di masa Fransiskus, Ouellet tetap membuka ruang bagi pendekatan pastoral.
4. Kardinal Pietro Parolin
Menteri luar negeri Vatikan yang berusia 70 tahun ini adalah nama kuat dalam bursa.
Diplomat ulung yang terlibat dalam negosiasi penting, termasuk dengan Tiongkok, Parolin dipandang sebagai sosok yang dapat meneruskan visi Fransiskus sekaligus membawa stabilitas dari sisi diplomasi.
5. Kardinal Robert Prevost
Lahir di Chicago, AS, Prevost (69) sempat lama berkarya sebagai misionaris di Peru.
Ia kini menjabat prefek departemen uskup di Vatikan.
Baca Juga: Dokumen Pribadi Paus Fransiskus Dibuka! Ini Wasiat Rohani tentang Akhir Hidupnya
Latar belakang Amerika dan pengalamannya di Amerika Latin menjadikan Prevost simbol keseimbangan antara "Gereja Global" dan akar pastoralnya.
6. Kardinal Robert Sarah
Kardinal asal Guinea berusia 79 tahun ini menjadi favorit di kalangan konservatif.
Pandangannya yang tegas soal liturgi dan moral gereja menandai perbedaan yang kontras dengan Paus Fransiskus.
Bila terpilih, Sarah bisa menjadi Paus kulit hitam pertama dalam sejarah.
Artikel Terkait
Dokumen Pribadi Paus Fransiskus Dibuka! Ini Wasiat Rohani tentang Akhir Hidupnya
Flores, Sepak Bola, dan Vila: Jejak Paus Fransiskus di Buenos Aires
Presiden Palestina: Dunia Kehilangan Suara Moral, Paus Fransiskus Simbol Toleransi dan Persaudaraan
Perkuat Transformasi, Pemkab Flotim Siapkan RKPD 2025, Fokus Tingkatkan Produktivitas
Direktur Pemberitaan Jak TV Diduga Terima Rp487 Juta Tanpa Kontrak, Terseret Kasus Perintangan Penyidikan