700 Ribu Umat Termasuk dari Negara Australia dan Indonesia Ikuti  Misa di Lapangan Taci Tolu- Timor Leste

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Selasa, 10 September 2024 | 09:04 WIB
Puluhan ribu masyarakat di Timor Leste menyambut kedatangan Paus Fransiskus. (Foto/ Ist)
Puluhan ribu masyarakat di Timor Leste menyambut kedatangan Paus Fransiskus. (Foto/ Ist)
 
 
REPORTASENTT.COM- Paus Fransiskus tiba di ibu kota Timor-Leste, Dili, memulai tahap ketiga Perjalanan Apostoliknya ke Asia dan Oseania, dan disambut di negara tersebut oleh ribuan orang yang bersorak-sorai.

Setelah mengakhiri kunjungan empat harinya di Papua Nugini, Paus Fransiskus pada hari Senin melakukan perjalanan ke Timor-Leste, satu-satunya negara dalam rencana kunjungannya di mana umat Katolik merupakan mayoritas.  

Pesawat kepausan, yang disewa oleh Air Niugini, mendarat di Dili, di  Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di ibu kota pada pukul 2:20 siang waktu setempat setelah penerbangan tiga setengah jam dari Port Moresby.
 
Baca Juga: Enam Saksi Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Penganiayaan oleh Guru SMAN 2 Cianjur terhadap Siswa

Presiden Timor Leste José Manuel Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao, beserta delegasi dan 14 orang berpakaian adat yang mewakili 14 kotamadya di negara itu, telah menunggu di landasan.
 
Dua gadis menawarkan selendang tradisional Timor Leste kepada Paus, yang mereka lingkarkan di lehernya. 

Kerumunan orang dalam perjalanan menuju Nunsiatur
 

Paus Fransiskus kemudian meninggalkan bandara dengan Mobil Paus dan mengantarnya ke Nunsiatur Apostolik di Dili, di mana ia beristirahat sejenak sebelum menuju Istana Kepresidenan untuk upacara penyambutan resmi dan pidato resmi pertamanya kepada otoritas Timor-Leste.

Saat ia melakukan perjalanan ke Nunsiatur, kerumunan orang di sepanjang jalan menyemangatinya dan melambaikan bendera putih dan kuning Vatikan.

Paus Kedua yang Mengunjungi Timor Leste
 

Paus Fransiskus adalah Paus kedua yang mengunjungi Timor-Leste, setelah St. Yohanes Paulus II, yang berkunjung ke sana pada 12 Oktober 1989 selama pendudukan Indonesia, dan yang pertama sejak negara semi-kepulauan Asia ini memperoleh kemerdekaan dari Indonesia pada tahun 2002.

Tema utama kunjungan ini, “Semoga imanmu menjadi budayamu”, menggarisbawahi pentingnya iman Katolik bagi masyarakat Timor-Leste, yang secara aktif didukung oleh Gereja selama perjuangan mereka untuk bebas dari penjajahan Indonesia.

Salah satu puncak kunjungan tersebut adalah Misa di Lapangan Taci Tolu , Dili pada tanggal 10 September, yang diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 700.000 orang, termasuk dari negara tetangga Indonesia dan Australia.
 
Baca Juga: Apel Deklarasi Jateng Zero Knalpot Brong, Langkah Tegas Polda Jateng Wujudkan Pemilu Damai

Selama kunjungan intensifnya, yang berlangsung hingga 11 September, ia juga akan melakukan kunjungan khusus kepada anak-anak penyandang disabilitas, berbicara kepada pendeta setempat, bertemu dengan sesama Jesuit, dan pada hari terakhir bertemu dengan sekitar 4.000 anak muda Timor.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X