DPR Minta Maaf ke Mahasiswa, Tunjangan Perumahan Anggota Dewan Dihapus  

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Rabu, 3 September 2025 | 22:05 WIB
DPR RI menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan bersama sejumlah organisasi mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 September 2025.
DPR RI menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan bersama sejumlah organisasi mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 September 2025.




REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa atas kekeliruan dan kekurangan parlemen dalam menjalankan tugas mewakili rakyat.

Permintaan maaf itu disampaikan Dasco saat menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan bersama sejumlah organisasi mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 September 2025.

“Selaku Pimpinan DPR kami menyatakan permohonan maaf atas kekeliruan serta kekurangan kami sebagai wakil rakyat dalam menjalankan tugas dan fungsi mewakili aspirasi rakyat yang selama ini menjadi tanggung jawab kami,” ujar Dasco.
 
 
 
 


Dasco menegaskan, permintaan maaf itu akan dibarengi dengan langkah perbaikan.
 
 
Salah satunya evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dan tunjangan anggota dewan.

“Pertama, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tunjangan anggota dewan dan khusus tunjangan perumahan dihentikan sejak 31 Agustus 2025,” kata politikus Partai Gerindra itu.
 
 
 
 
 


Selain penghentian tunjangan perumahan, DPR juga menghentikan sementara kunjungan kerja luar negeri anggota dewan.
 
 
Kunjungan dalam negeri pun akan dibatasi untuk efisiensi.

Menurut Dasco, reformasi DPR akan dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dengan tujuan menciptakan parlemen yang lebih baik dan transparan.
 
 
Baca Juga: Tak Menyangka, Kerusakan Gerbang Tol Akibat Demo Capai Rp80 Miliar

Ia menambahkan, DPR juga akan berdiskusi dengan pemerintah mengenai sejumlah tuntutan publik.
 
 
 
Di antaranya pembentukan tim investigasi dugaan makar, pembahasan RUU Perampasan Aset, hingga soal pengurangan pajak.
 


Dalam pertemuan tersebut, Puan Maharani tidak hadir dan diwakili oleh tiga Wakil Ketua DPR: Dasco, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Saan Mustopa.
 
 
 


Setelah audiensi di DPR, mahasiswa dijadwalkan bertemu dengan pemerintah pada Kamis, 4 September 2025.
 
 
 
“Kami sudah berkomunikasi via WhatsApp dengan pihak pemerintah. Kawan-kawan sekalian akan diterima besok untuk menyampaikan langsung,” kata Dasco.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X