Pengalaman Budaya yang Membekas
Isla Winarto, penasihat senior IHS yang pernah bertugas di USAID dan Kedutaan Besar AS di Jakarta, mengaku terkesan dengan keunikan budaya Adonara.
“Kampung Adat Lamahelan sangat unik. Tarian, tradisi, dan kain ikatnya benar-benar berbeda dari daerah lain di NTT,” kata Isla, yang kini berusia hampir 80 tahun.
Ia juga memuji kualitas pemanduan yang diberikan oleh Bernadus Boro Bura dari Kelompok Sadar Wisata Desa Helanlangowuyo.
Baca Juga: Gubernur NTT Akan Resmikan Stadion Apebuan, Laga Perdana Sajikan Biru Muda Perkasa Kontra Persebata
“Pemandu bukan hanya penunjuk jalan, tapi jembatan pemahaman budaya. Itu sangat membantu kami sebagai pengunjung,” tambah Aela.
Misi Sosial dan Dukungan Ekonomi Lokal
Tak hanya datang untuk belajar budaya, para anggota IHS juga menjalankan misi sosial.
Mereka membagikan buku dan alat tulis kepada anak-anak TK dan SD di Desa Lamahelan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan.
Di sisi lain, mereka juga membeli hasil kerajinan tangan warga untuk mendukung ekonomi lokal.
Baca Juga: Heboh Begal di Solor Ternyata Hoaks! Wanita Ini Ngaku Dibegal, Padahal Cuma Takut Dimarahi Suami
Menurut Griselda Merrie, kunjungan ini merupakan bagian dari program eksplorasi budaya IHS ke pulau-pulau terpencil Indonesia.
Sebelumnya, mereka telah menjelajahi Alor dan Lembata.
Artikel Terkait
Gubernur NTT Akan Resmikan Stadion Apebuan, Laga Perdana Sajikan Biru Muda Perkasa Kontra Persebata
PSG Bantai Inter 5-0 di Final UCL! Treble Winner Tanpa Mbappe, Netizen: Mbappe Nangis di Pojokan!
Sosok Irjen Rudi Darmoko, Kapolda NTT Baru yang Bikin Publik Penasaran
Siapa Achmad Peten Sili, yang Merelakan Lahan Warisan Leluhur untuk Stadion Apebuan di Adonara
Gubernur NTT Melki Laka Lena Bikin Kejutan di Ende: Pancasila Harus Hidup Lewat Seni dan Ekonomi Rakyat