REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim tim darurat untuk memperkuat penanganan banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menugaskan Deputi Bidang Penanganan Darurat, Mayjen TNI Budi Irawan, untuk mendampingi upaya tanggap darurat di lapangan.
Suharyanto dijadwalkan menyusul setelah menyelesaikan penanganan banjir di Bali yang menewaskan dua orang.
Baca Juga: Nagekeo Diguncang Longsor, Kapolres Turun Langsung, Warga Khawatir Ancaman Susulan
Tim BNPB terbang dari Jakarta menuju Kupang, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Ende.
Namun, opsi jalur laut tetap disiapkan jika aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Ile Lewotolok mengganggu penerbangan.
Selain personel, BNPB juga membawa tambahan logistik yang akan disesuaikan dengan hasil asesmen di lokasi.
Upaya penanganan darurat di Nagekeo terus dilakukan hingga Rabu, 10 September 2025.
Tim gabungan kembali menemukan satu korban meninggal, sehingga total korban tewas menjadi empat orang. Empat lainnya masih dinyatakan hilang.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Dikritik Soal Target Pertumbuhan 7 Persen di Rapat Perdana dengan DPR
Operasi pencarian berlangsung hati-hati mengingat kondisi lapangan yang sulit serta cuaca yang belum stabil.
Banjir bandang akibat hujan deras itu berdampak pada 14 desa di tiga kecamatan, yakni Mauponggo, Nangaroro, dan Boawae.
Artikel Terkait
Sri Mulyani Pamit, Tinggalkan Pesan Haru soal Indonesia dan Kemenkeu
Menkeu Purbaya Singgung Dana Rp425 Triliun Mengendap di BI, Pernah Terjadi di Era Jokowi
NTT Masih Miskin, DPRD Dapat Rumah dan Transportasi Mewah
Menkeu Purbaya Dikritik Soal Target Pertumbuhan 7 Persen di Rapat Perdana dengan DPR
Nagekeo Diguncang Longsor, Kapolres Turun Langsung, Warga Khawatir Ancaman Susulan