Kerugian material mencakup satu rumah hanyut, dua kantor terdampak, tiga ruas jalan tertutup longsor, dua jembatan rusak, serta lahan pertanian dan ternak terendam.
Baca Juga: Gelombang Anti Nepo Kids Guncang Nepal, Perdana Menteri Mundur
Data kerusakan masih terus diverifikasi tim di lapangan.
Pemerintah Provinsi NTT bersama BPBD telah menyiapkan bantuan logistik berupa selimut, matras, tenda keluarga, peralatan masak, hygiene kit, kasur lipat, hingga makanan bergizi untuk anak-anak.
Bantuan akan dikirim pada Kamis, 11 September, melalui jalur laut Kupang–Aimere.
BPBD Kabupaten Kupang juga menyalurkan bantuan bahan bangunan.
Meski dua jalan utama sudah bisa dilalui, tiga titik akses lain masih lumpuh dan memerlukan alat berat.
Hambatan kian besar karena jaringan listrik dan komunikasi di sejumlah wilayah belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Berawal dari Rp1,8 Juta, Polisi Temukan Jutaan Uang Palsu di Kupang
Bupati Nagekeo menetapkan status tanggap darurat cuaca ekstrem selama 21 hari, terhitung sejak 9 hingga 30 September 2025.
Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera mengungsi bila situasi memburuk.
Artikel Terkait
Sri Mulyani Pamit, Tinggalkan Pesan Haru soal Indonesia dan Kemenkeu
Menkeu Purbaya Singgung Dana Rp425 Triliun Mengendap di BI, Pernah Terjadi di Era Jokowi
NTT Masih Miskin, DPRD Dapat Rumah dan Transportasi Mewah
Menkeu Purbaya Dikritik Soal Target Pertumbuhan 7 Persen di Rapat Perdana dengan DPR
Nagekeo Diguncang Longsor, Kapolres Turun Langsung, Warga Khawatir Ancaman Susulan