Tragedi Banjir Mauponggo: Balita Achiles Ditemukan Meninggal Dua Kilometer dari Rumah

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Kamis, 11 September 2025 | 21:23 WIB
Tim Sar gabungan saat mengevakuasi jasad korban banjir bandang di Nagekeo.
Tim Sar gabungan saat mengevakuasi jasad korban banjir bandang di Nagekeo.



 
 
 

REPORTASENTT.COM, Nagekeo – Pencarian korban banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, berujung duka.
 
 
 
Seorang balita berusia 13 bulan, Achiles Agustinus Busa Jago, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Kamis, 11 September 2025.
 
 
 


“Korban ditemukan pada pukul 10.00 Wita, sekitar dua kilometer dari rumahnya. Setelah itu langsung dievakuasi ke posko medis Tim SAR Gabungan,” kata Kepala Kantor SAR Maumere yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman.
 
 
 
 
 


Achiles merupakan salah satu dari empat korban yang dilaporkan hilang akibat banjir bandang yang menerjang Desa Sawu pada Senin, 8 September 2025.
 
 
 
Hingga hari ketiga operasi pencarian, tiga korban lainnya masih belum ditemukan.
 
 
 


Fathur menyebutkan, upaya pencarian melibatkan eskavator untuk menggali material lumpur dan batuan yang menimbun aliran sungai.
 
 
 
 
 
 
 
 
Selain itu, drone thermal dikerahkan untuk memantau area terdampak dari udara.
 
 
 
 
“Kerja keras tim gabungan menjadi kunci. Penemuan satu korban ini menjadi bukti sinergi di lapangan,” ujarnya.
 
 
 


Sebanyak 219 personel dilibatkan dalam operasi pencarian, terdiri dari Kansar Maumere, Unit Siaga SAR Ende, Batalyon Infanteri 834 Wakangamere, Polres Boawae, Kodim Ngada, BPBD Nagekeo, TNI AL Ende, Damkar, Dinas Sosial, tenaga medis puskesmas, aparat desa, relawan, hingga keluarga korban.
 
 
 
 
 


Sebelumnya, upaya pencarian pada 10 September 2025 masih nihil. Tim hanya mampu menyisir aliran sungai hingga muara sejauh 2,13 kilometer.
 
 
 
 
 
“Kami mendapat tambahan tujuh rescuer dari Maumere untuk memperkuat pencarian hari ketiga,” kata Fathur.
 
 
 


Banjir bandang Mauponggo dipicu hujan lebat sejak pagi hingga petang, 8 September 2025. Sungai yang meluap menyeret rumah dan warga, menyebabkan delapan orang dilaporkan hilang dan meninggal dunia.
 
 
 
 
 
 
 
Data BPBD Nagekeo menyebutkan, empat korban masih dalam pencarian: Mariano Tom Busa Jago (29), Achiles Agustinus Busa Jago (13 bulan), Sebastiana So’o (42), dan Desiderius Geraldi (14 bulan).

Sementara empat korban lainnya telah ditemukan meninggal, yakni Elgius Sopi Bela (35), Fancelina Meli Boa (60), Maria Kondriani F. Nua (6 bulan), dan Agustinus Lena, yang meninggal akibat syok berat.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X