Katolik, Portugis, dan Flores Timur: Larantuka Menjadi Warisan Religi Nusantara 

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 23 November 2025 | 10:54 WIB
Foto/desain by Tim Reportase NTT.
Foto/desain by Tim Reportase NTT.








REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Kota Larantuka, yang dikenal sebagai pusat Katolik di Nusantara, kembali mencatat sejarah penting.

 

Pada 22 November 2025, Paus Leo XIV resmi mengangkat Romo Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup baru Keuskupan Larantuka, menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang mengundurkan diri.



Larantuka memiliki sejarah panjang terkait perkembangan Gereja Katolik di Indonesia.

 

Baca Juga: Seminari Ritapiret Bergemuruh Sukacita saat Nama Pastor Yohanes Monteiro Dibacakan jadi Uskup Larantuka

 

Pengaruh Katolik di wilayah ini bermula dari kedatangan pedagang dan misionaris Portugis pada abad ke-16.

 

Kapal Portugis singgah di Solor dan Flores lainnya, membuka jalan bagi misi resmi misionaris Dominikan seperti Pastor Antonio de Taceira, Antonio da Cruz, Simeo da Chagas, dan Bruder Alexio.

 

Sekitar tahun 1556, tercatat sudah ada 25.000 umat Katolik yang dibaptis di 25 stasi, termasuk Solor, Larantuka, dan Adonara.

 

 

Baca Juga: Kantor Pers Tahta Suci di Vatikan Ulas Profil Uskup Larantuka Terpilih, Ini Sosok Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X