Sejak 1950-an, Gereja Katolik di Larantuka juga mengembangkan lembaga pendidikan rohani, termasuk Seminari San Dominggo dan kongregasi lokal perempuan, Daughters of the Rosary Queen, yang didirikan oleh Uskup Manek.
Warisan Portugis dan Pariwisata Religius
Pengaruh Portugis masih terasa hingga kini melalui tradisi Semana Santa (Pekan Suci), nama keluarga, dialek Portugis lokal (“crioulo Portugis”), dan struktur sosial kerajaan.
Konfreria Rosari (Brotherhood of the Holy Rosary) menjaga tradisi ritual Katolik dan menjadikan Larantuka sebagai pusat wisata religius yang unik di Indonesia.
Baca Juga: Vegan Squad Indonesia Gelar Rangkaian Seminar Iklim di Flores, Kritik Kebijakan Mahal dan Tidak Efektif
Profil Uskup Baru
Mgr. Yohanes Hans Monteiro lahir di Larantuka pada 15 April 1971 dan ditahbiskan menjadi imam pada 14 Juli 1999.
Ia menimba ilmu di Seminari Santo Domingo Hokeng dan Institut Filsafat Katolik Ledalero, serta meraih gelar doktor di Universitas Wina, Austria. Sebelum pengangkatan sebagai uskup, Mgr. Monteiro berkarya sebagai dosen liturgi dan formator seminari.
Dalam sambutannya, ia menyerahkan tugasnya kepada Tuhan dan Bunda Reinha, serta meminta dukungan doa umat.
Baca Juga: Semeru Masih Level Awas, PVMBG Tegas: Zona Bahaya Bisa Diperluas
Dengan pengangkatan Mgr. Monteiro, Larantuka melanjutkan tradisi panjang sebagai pusat Katolik yang menunjukkan ketahanan religius dan sinkretisme budaya khas Flores, sekaligus memperkuat identitasnya sebagai destinasi wisata religius di Indonesia.
Artikel Terkait
Kemenhub Setujui Penambahan Kuota Penumpang Kapal PELNI hingga April 2026, Ini Syarat Ketat yang Wajib Dipenuhi
Pastor Yohanes Hans Monteiro Resmi Ditunjuk Vatikan sebagai Uskup Larantuka
Mgr. Yohanes Hans Monterio: Saya Serahkan Pelayanan Ini kepada Tuhan dan Bunda Reinha
Kantor Pers Tahta Suci di Vatikan Ulas Profil Uskup Larantuka Terpilih, Ini Sosok Mgr. Yohanes Hans Monteiro
Seminari Ritapiret Bergemuruh Sukacita saat Nama Pastor Yohanes Monteiro Dibacakan jadi Uskup Larantuka