REPORTASENTT.COM, BORONG- Proyek peningkatan ruas jalan segmen Watu Ata menuju Tanah Bakok di Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, sudah mengalami kerusakan meski baru dikerjakan sekitar satu bulan.
Jalan yang disebut sebagai akses vital masyarakat itu kini menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius di sejumlah titik.
Lapisan aspal tampak tidak mampu bertahan dan mulai mengalami kerusakan dini.
Baca Juga: Tim SAR Temukan 1 Jenazah Diduga WNA Spanyol Korban KM Putri Sakinah di Perairan Labuan Bajo
Pantauan reportasentt.com, Selasa (6/1/2026), lapisan penetrasi (lapen) terlihat pecah, mengelupas, serta tidak merata.
Di beberapa bagian, aspal tampak sangat tipis dan diduga tidak dipadatkan sesuai standar teknis pekerjaan jalan.
Proyek tersebut dibiayai dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan pagu anggaran Rp523.460.000. Pekerjaan peningkatan jalan itu dilaksanakan oleh CV Mitra Utama dengan nilai kontrak lebih dari setengah miliar rupiah.
Baca Juga: Dari PUPR hingga Pertanian: Menguak Kinerja OPD Terbesar Pemkab Flores Timur
Sorotan terhadap proyek ini menguat karena dikaitkan dengan persoalan pada proyek lain yang disebut-sebut tidak terlepas dari peran kontraktor Yuli Setiawan, yang dikenal dengan sapaan Ako Yuli.
Salah satu proyek lain yang disorot adalah pembangunan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) RSUD Borong milik Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur.
Artikel Terkait
Dari Jagung Titi hingga Keripik Pisang: Strategi Ketua SPPG Hidupkan Ekonomi Lewat Dapur MBG
Hari Pertama Sekolah Pascabanjir, Siswa Aceh Tamiang Datang Tanpa Seragam
Delapan Tahun Menahan Rindu, Sopir Taksi Asal Flores Dibantu Dedi Mulyadi Pulang Kampung
Warga Ndao Ende Curhat soal Miras dan Judi, Minta Polisi Bertindak Tegas
Tim SAR Temukan 1 Jenazah Diduga WNA Spanyol Korban KM Putri Sakinah di Perairan Labuan Bajo