Doni Dihen menekankan pengisian jabatan tidak hanya bertumpu pada senioritas, tetapi juga pada kompetensi teknis, kemampuan manajerial, serta energi baru dari generasi muda.
“Kami mencari energi-energi baru untuk mendorong lompatan produktivitas. Ada yang baru dikenal singkat, tapi menonjol dalam komunikasi dan kinerja,” katanya.
Baca Juga: Dari Pemilu hingga ETMC 2025, Ini Rekam Jejak AKBP Joni Mahardika di Ende
Ia menegaskan keputusan pengangkatan bukan didasarkan pada kepentingan politik, melainkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap potensi dan rekam jejak masing-masing pejabat.
Bupati juga mengakui reformasi birokrasi yang tengah dijalankan memunculkan dinamika internal. Namun, hal itu dinilai sebagai bagian dari proses perubahan.
“Kita sedang melakukan banyak reformasi. Memang tidak selalu nyaman, tapi ini proses menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” tegasnya.
Baca Juga: SAR Korban KM Putri Sakinah Ditutup, 1 WNA Spanyol Masih Hilang
Doni Dihen meminta para pejabat yang baru dilantik bekerja strategis dan fokus pada pencapaian visi-misi pembangunan daerah sesuai RPJMD dan RKPD.
Ditambahkan Bupati Doni Dihen, jabatan adalah amanah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Jabatan bukan hanya posisi, tapi tanggung jawab untuk membawa perubahan. Mari bekerja dengan hati, strategi, dan semangat melayani,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Laporan Penganiayaan Tetangga di Kupang Tak Lanjut ke Hukum, Ini Alasannya
Kerumunan Warga Fatufeto- Kupang Bikin Resah, Bhabinkamtibmas Turun Tangan
Dari Flores ke Mabes Polri, Ini Jejak Pengabdian AKBP Ngurah Joni Mahardika di NTT
Air Mata Anak Yatim Penjual Kue di Perpisahan Kapolres Ende: Kisah Berlian dan Ny. Dhana Ngurah Joni
Sengketa Jenazah Bikin Tegang Dua Keluarga di Kupang, Polisi Turun Tangan