Ia mendorong para kepala desa untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mengoptimalkan potensi lokal.
Salah satu peluang yang disorot adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, Flores Timur baru memiliki 7 dapur MBG dari target 30 dapur.
“Ini peluang ekonomi desa. Kades harus jeli melihat kebutuhan pasokan bahan pangan MBG sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Konten Bhayangkari Ende Jadi Inspirasi, Warga Mengaku Baru Kenal Peran Nyata Bhayangkari
Ia menekankan keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada partisipasi warga.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberi dukungan lintas instansi demi keberlanjutan program strategis pembangunan desa hingga nasional.
Di akhir sambutan, Doni Dihen berharap Hardesnas tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi titik balik untuk memperkuat komitmen mewujudkan desa sejahtera sejalan dengan visi Lompatan Jauh Flores Timur yang produktif dan inovatif.
Baca Juga: Air Mata Anak Yatim Penjual Kue di Perpisahan Kapolres Ende: Kisah Berlian dan Ny. Dhana Ngurah Joni
Peringatan Hardesnas di Flores Timur dirangkaikan dengan sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maumere Ade Aryan Manala Tandi, sosialisasi Jaksa Garda Terdepan oleh Kasi Intel Kejari Flores Timur Mardongan Siregar, SH, serta sosialisasi Gerai Koperasi Merah Putih oleh Danramil 1624-01 Larantuka Lettu Inf Stanislaus S. Koten.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sembako dan santunan jaminan kematian kepada ahli waris.
Artikel Terkait
DPRD Flores Timur Dorong Tiga Ranperda Tertunda Jadi Prioritas 2026
Kelimutu Masih Normal, Polisi Ingatkan Bahaya Cuaca dan Gas
7 Hari Dicari Tak Ditemukan, Polda NTT Hentikan Operasi SAR Nelayan Flores Timur
Advokat Besuk Pelda Chrestian Namo, Dandenpom Kupang Disebut Tak Berada di Tempat
Dua Kades di Manggarai Timur Diperiksa Tipikor Terkait Proyek Jalan Desa