REPORTASENTT.COM, BAJAWA- Duka menyelimuti keluarga seorang siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026, di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu.
Di tengah suasana kehilangan tersebut, Kepolisian Daerah NTT hadir melalui langkah pendampingan psikologis bagi keluarga korban. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari tugas kemanusiaan kepolisian dalam mendampingi masyarakat.
Arahan Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., ditindaklanjuti dengan penerjunan Tim Psikologi dari Biro Sumber Daya Manusia Polda NTT ke lokasi kejadian. Tim mendatangi langsung rumah keluarga korban di Kabupaten Ngada.
Baca Juga: Hak Protokoler Bukan Keistimewaan, MKD Libatkan Polisi Awasi Etik Anggota DPR
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H menjelaskan, perhatian Kapolda NTT diberikan pada kondisi psikologis keluarga korban pascakejadian yang meninggalkan duka mendalam.
Tim Psikologi Polda NTT dipimpin Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, didampingi Kasubbag Psipol Kompol Prasetyo Dwi Laksono serta Bripda Yoseph Alexander Rewo.
Setibanya di lokasi, tim melakukan konseling, penguatan mental, serta terapi psikologis secara humanis.
Artikel Terkait
MBG di NTTĀ Baru Menjangkau 44 Persen, Tragedi Anak SD Ngada Jadi Alarm Perlindungan Gizi dan Pendidikan di NTT
Revisi UU Pemilu Jadi Prioritas, RUU Pilkada Masih di Luar Agenda DPR
Gagal Berangkat ke Malaysia, Dua Calon PMI Ungkap Peran Sponsor Misterius
Alasan Tunggu KTP, Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Manggarai Timur Oleh Polisi Tuai Sorotan
Hak Protokoler Bukan Keistimewaan, MKD Libatkan Polisi Awasi Etik Anggota DPR