REPORTASENTT.COM, BORONG- Yayasan SUKMATIM menggelar rapat tertutup untuk merespons aksi mogok kerja guru SMA Katolik Pancasila Borong, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, yang telah berlangsung selama dua hari.
Rapat tersebut dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026) di ruang rapat internal Kevikepan Borong.
Pertemuan digelar menyusul penghentian kegiatan belajar mengajar (KBM) oleh para guru sebagai bentuk protes atas pemotongan gaji yang disebut dilakukan secara sepihak.
Ketua Yayasan SUKMATIM, Romo Simon Nama, Pr, mengatakan hasil rapat internal akan disampaikan secara resmi kepada kepala sekolah dalam waktu dekat.
“Nanti hasil rapat internal ini akan kami sampaikan secara resmi kepada kepala sekolah dalam waktu dekat,” ujar Simon dalam konferensi pers singkat usai rapat.
Sebelumnya, pada Senin (9/2/2026), seluruh guru SMA Katolik Pancasila Borong mendatangi kantor Yayasan SUKMATIM di Borong untuk mempertanyakan alasan pemotongan gaji yang dinilai tidak melalui kesepakatan bersama antara pihak yayasan dan para guru.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Ikuti Peradilan Adat di Tana Toraja, Janji Tak Ulangi Kesalahan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemotongan gaji tersebut dilakukan tanpa adanya perjanjian atau kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak.
Pantauan di lokasi pada Rabu (11/2/2026), kondisi sekolah tampak sepi.
Tidak terlihat aktivitas belajar mengajar seperti biasanya, dan ruang kelas dalam keadaan kosong selama dua hari terakhir sejak aksi mogok dimulai.
Artikel Terkait
Soal Iuran di SD Negeri, Ombudsman NTT Jelaskan Batas antara Pungutan dan Sumbangan
Calo Tiket Kapal Menggila, Polisi–Pelni Kupang Sepakat Perketat Pengamanan
Mudik Lebaran 2026 Lebih Hemat, PELNI Buka Diskon 30 Persen Mulai 11 Februari
Pandji Pragiwaksono Ikuti Peradilan Adat di Tana Toraja, Janji Tak Ulangi Kesalahan
PELNI Larantuka Dukung Diskon 30 Persen Tiket Ekonomi Jelang Lebaran 2026, Masyarakat Diminta Manfaatkan Kesempatan