REPORTASENTT.COM, SOLOR- Desa Lewotana Ole, sebuah desa terpencil di Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sungguh terisolir.
Jalan panjang berbatu dan berlumpur, lekak lekuk di atas jurang yang menantang nyawa, jauh untuk dijangkau.
Meskipun sudah ada peningkatan jalan Ritaebang, Tanah Lein dan Lamaole, namun untuk masuk ke desa Lewotana Ole masih rusak berat.
"Kami memiliki hasil bumi melimpah, seperti nenas dan buah naga. Pada saat musim buah banyak yang terbuang. Hal ini disebabkan selain kondisi jalan dari desa ke pasar jauh, juga pertimbangan harga ongkos transportasi yang cukup tinggi. Kasihan juga masyarakat kami yang berjualan di pasar. Penjualan tidak sebanding dengan pengeluaran," kata Sekretaris desa Lewotana Ole, Fransiskus Siku Kewuan kepada Reportase NTT di Kampung Lamaole.
Keindahan kampung Lamaole. (Foto/ Tim Reportase NTT)
Selain akses jalan yang rusak berat, juga kata Fransiskus, jaringan telekomunikasi di desa itupun masih sangat sulit diakses.
Di zaman yang serba digital dan modern seperti saat ini tambah Fransiskus, internet sangat perlu untuk website desa.
Hal tersebut disebabkan karena pemerintah desa kini dituntut untuk dapat menyebarkan informasi lebih cepat.
Salah satu cara agar dapat menyebarkan informasi lebih cepat jelasnya adalah melalui internet.
"Dengan adanya website desa kan diharapkan sebagai sarana akuntabilitas dan transparasi publik serta promosi potensi-potensi wisata desa dan produk-produk unggulan desa. Selaras dengan fungsi website desa sebagai media informasi dan promosi," ungkapnya.
Apalagi kata dia, Kampung Lamaole adalah satu- satunya penghasil bumi terbanyak di Pulau Solor.
"Kami mengharapkan agar hal ini bisa diprioritaskan, apalagi desa kami juga penghasil kopi. Dengan adanya internet di desa, kami dengan mudah mempromosikan potensi- potensi desa kami," harapnya.
Sekretaris desa Lewotana Ole, Fransiskus Siku Kewuan. (Foto Tim Reportase NTT)
Akan Dikerjakan pada Tahun 2025
Sementara itu Camat Solor Barat, Petrus K. Kewuan saat dihubungi terpisah Reportase NTT mengatakan, terkait jalan masuk ke kampung Lamaole, sudah dalam rencana akan dikerjakan pada tahun anggaran 2025 sesuai hasil musrembang kecamatan tahun 2024.
Sementara itu Camat Solor Barat, Petrus K. Kewuan saat dihubungi terpisah Reportase NTT mengatakan, terkait jalan masuk ke kampung Lamaole, sudah dalam rencana akan dikerjakan pada tahun anggaran 2025 sesuai hasil musrembang kecamatan tahun 2024.
"Kita memaklumi banyak ruas jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah, sehingga kita sesuaikan denngan perencanaan tingkat Kabupaten," kata Camat.
Sementara untuk jaringan internet, kata Camat Solor Barat, sudah ada tower mini XL, tetapi sinyalnya masih lemah dan susah diakses.
Camat Solor Barat, Petrus K. Kewuan. (Foto dok. narasumber)
"Pemerintah sedang mengupayakan peningkatan kapasitas penggunaanya," katanya.
Untuk kecamatan Solor Barat, Camat Petrus menyampaikan pemerintah sedang berusaha untk membenahi akses informasi publik di tiga wilaya Desa yakni, desa Lamawohong, Kalelu dan Titehena.
Baca Juga: Kopi Lamaole, Mutiara Hitam dari Pulau Solor
"Untuk memperlancar akses informasi maka di setiap kantor desa dipasang internet desa yang bisa sigunakan oleh publik," katanya.
Artikel Terkait
Alasan Dua Warga Flores Timur Dideportasi dari Malaysia, Sempat Masuk Penjara di Kinabalu
Gelar Festival Bale Nagi 2024, Menparekraf Sandiaga Apresiasi Pemkab Flores Timur
Kualitas Dinas Pendidikan Flores Timur Masuk Zona Merah, Ombudsman NTT Akan Lakukan Ini!
Nginap di Hotel Tidak Bayar, Seorang Warga Lembata Ditangkap Polres Flores Timur
Kopi Lamaole, Mutiara Hitam dari Pulau Solor