Baca Juga: MenPAN RB Tetapkan Aturan Baru: PPPK Paruh Waktu yang Pindah Instansi Dianggap Mengundurkan Diri
Menurutnya, selama lima hingga tujuh periode kepemimpinan bupati, janji pengaspalan jalan tak pernah terealisasi.
“Ini sudah ganti lima hingga enam bupati, tetapi jalan ini belum pernah diaspal. Ini sudah mau masuk periode bupati yang keenam, tetapi janji- janji selama ini hanya tinggal janji,” ujar Raimundus.
Warga juga menyoroti janji yang pernah diucapkan oleh Penjabat (PJ) Bupati Flores Timur, Doris Rihi, yang menyatakan pengaspalan jalan tersebut sudah mencapai 99 persen kepastian. Namun, hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.
Baca Juga: Warning dari BMKG! Kenali Tanda- tanda Awal Banjir Bandang dan Longsor Sebelum Terlambat!
“Kami hanya ingin menuntut hak kami sebagai warga negara Indonesia. Kami ingin jalan ini segera diaspal. Untuk membuka akses jalan ini, kami meminta agar Ibu Bupati dan Ketua DPRD Flores Timur datang langsung ke lokasi,” tegas Raimundus.
Dalam aksi protes tersebut, warga menutup akses jalan dengan menimbun tanah serta menanam pohon pisang sebagai simbol kekecewaan mereka terhadap pemerintah yang dinilai kurang memperhatikan infrastruktur di wilayah mereka.
Artikel Terkait
Rumor Perceraian Pangeran Harry dan Meghan Markle Mencuat, Keduanya Digosipkan Tinggal Terpisah
Kedatangan Kapal Induk Prancis di Lombok, Panglima TNI dan Menhan Turun Langsung
Buntut Dugaan Pemerasan WNA, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Copot Pejabat Imigrasi Soekarno- Hatta
Warga Lewopao di Ile Boleng Blokir Jalan Utama Trans Adonara, Protes Ketimpangan Pembangunan
Warga Lewopao Blokir Jalan! Tak Akan Dibuka Sebelum Penjabat Bupati dan Ketua DPRD Flotim Datang