Menindaklanjuti imbauan tersebut, Camat Ile Bura segera berkoordinasi dengan para kepala desa di wilayahnya serta Forkopimcam untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat tetap terjaga.
“Pihak kecamatan akan selalu berkoordinasi dengan Forkopimcam dan kepala desa untuk memastikan masyarakat tetap berada di pos pengungsian dan tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana,” ujar Camat Ile Bura.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki- laki Naik Status ke Level IV (AWAS), Warga Diminta Waspada
BMKG Larantuka turut mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi serta sektoral 7 km ke arah Barat Daya-Timur Laut.
Selain itu, masyarakat di Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klantanlo, Hokeng Jaya, dan Boru diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan yang dapat terjadi akibat curah hujan tinggi di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah Flores Timur, Petrus Pedo Maran, selaku Ex Officio Kepala BPBD Flores Timur, menyampaikan bahwa hasil rapat telah menghasilkan beberapa keputusan strategis.
Baca Juga: Isyana Bagoes Oka: Perjalanan dari Jurnalis ke Kursi Wakil Menteri yang Menginspirasi
Salah satunya adalah penerbitan Surat Keputusan (SK) Penetapan Status Tanggap Darurat selama enam bulan, terhitung mulai 13 Februari 2025 hingga 13 Agustus 2025.
Selain itu, koordinasi dengan Forkopimcam dan kepala desa terdampak akan terus ditingkatkan, terutama dalam memastikan kesiapan logistik dan peralatan melalui Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Flores Timur. (ELEN LABIN).
Artikel Terkait
Kontroversi, Warga Desak Pj Bupati Flores Timur Batalkan Pemberhentian Kades Tuakepa!
Rahasia Sukses Jadi Konten Kreator di Facebook: Strategi Ampuh untuk Raup Ratusan Juta Rupiah!
Hukuman Harvey Moeis Naik Jadi 20 Tahun, Mahfud MD Angkat Bicara!
Internet Murah 100 Mbps Cuma Rp100 Ribu? Komdigi Ungkap Strategi Rahasianya!
Mengapa Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Asal- usulnya