Jokowi dan Warisan Satu Dekade Kepemimpinan: Demokrasi, Pertumbuhan, dan Kontroversi

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 16 Februari 2025 | 12:21 WIB
Mantan Presiden Indonesia,  Joko Widodo saat memberikan sambutannya pada acara HUT Partai Gerindra. (Foto Facebook Prabowo Subianto)
Mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo saat memberikan sambutannya pada acara HUT Partai Gerindra. (Foto Facebook Prabowo Subianto)

 

REPORTASENTT.COM- Sepuluh tahun setelah menghadiri kampanye dengan pita putih di kepalanya sebagai simbol perlawanan terhadap kecurangan pemilu, Joko Widodo kini bersiap meninggalkan kursi kepresidenan.

Presiden dua periode itu telah membawa Indonesia ke era pembangunan infrastruktur besar-besaran dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Namun, warisannya juga diwarnai oleh kritik terhadap patronase politik, politik dinasti, serta dugaan menurunnya integritas lembaga negara.

 Baca Juga: Proses Hukum Kilat, Pabrik Belum Siap, Izin Belum Tuntas, Misteri di Balik Kebakaran PT Monokem Surya

Jokowi, yang awalnya dipandang sebagai sosok luar sistem politik tradisional, menjadi simbol harapan bagi demokrasi dan perubahan.

Selama kepemimpinannya, berbagai proyek strategis seperti pembangunan jalan tol, bandara, dan ibu kota baru telah terealisasi.

Di sisi lain, sejumlah pihak menyoroti adanya peningkatan pengaruh kelompok oligarki serta melemahnya independensi lembaga hukum dan peradilan.

 Baca Juga: Sistem 'Tempel', 'Maps', hingga COD, Modus Baru Pengedar Obat- obatan Terlarang

Pada pemilihan presiden 2024, Jokowi mengejutkan publik dengan mengabaikan kandidat dari partainya sendiri dan justru mendukung Prabowo Subianto, mantan rival politiknya.

Prabowo, yang pernah diberhentikan dari militer di tengah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, telah membantah semua tuduhan tersebut.

Dalam pemilu kali ini, ia berhasil memenangkan kursi kepresidenan dengan menggandeng putra Jokowi sebagai calon wakil presiden.

 Baca Juga: Bripka Nasrul Ikhwan Ninong, Polisi Inovatif Pelestari Tomat Raksasa, Diusulkan Masuk Hoegeng Awards 2025

"Widodo telah melakukan banyak kerusakan pada demokratisasi dalam beberapa tahun terakhir. Sulit untuk melihat bagaimana pemulihan dapat terjadi," ujar analis politik Kevin O'Rourke, dilansir melalui Reuters.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X