REPORTASENTT.CO M- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki di Pulau Flores mengalami erupsi pada, Senin (17/2) pukul 05.58 WITA.
Erupsi ini menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 900 meter dari puncak. Status gunung api tersebut masih berada di level IV (AWAS) karena aktivitasnya yang masih fluktuatif.
Menurut analisis PVMBG yang dilansir melalui siaran pers pada 18 Februari 2025, pukul 20:21:00, potensi bahaya terbesar saat ini adalah kemungkinan terjadinya ledakan terarah ke arah barat laut hingga timur laut.
Baca Juga: Cristian Ronaldo ke Indonesia: Agenda di Kupang, Nginap di Bali dengan Juru Masak Pribadi!
Terjadinya terarah merupakan letusan yang mengarah ke satu sisi tertentu, mirip dengan fenomena yang terjadi pada letusan Gunung St. Helens pada tahun 1980, yang menyebabkan kehancuran luas di jalur letusan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi.
Selain itu, warga juga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya sekunder seperti banjir lahar hujan di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak, termasuk di Sungai Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Baca Juga: Berapa Harga Jet Pribadi Cristiano Ronaldo yang Bakal Bawanya ke Kupang- NTT?
Peningkatan Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, gunung api ini terlihat jelas dengan sesekali tertutup kabut.
Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih terpantau dengan intensitas tebal dan mencapai ketinggian 400-600 meter di atas puncak. Pada malam hari, sinar api tampak jelas di sekitar puncak, menandakan aktivitas vulkanik yang masih tinggi.
Data kegempaan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dengan tercatat 34 kali gempa hembusan, 5 kali gempa harmonik, 4 kali gempa frekuensi rendah, 2 kali gempa vulkanik dalam, dan 5 kali gempa tektonik jauh.
Baca Juga: Main ke Rumah Teman, Pulangnya Lewat Atap! Kesalahpahaman Ini Bikin Heboh Satu Kampung
Selain itu, satelit Sentinel-5 Tropomi mendeteksi fluks SO2 sebesar 600,9 x 102 ton, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Artikel Terkait
Pasca Kebakaran Tiga Kapal di Teluk Kayangan, Ditpolairud Polda NTB Perketat Pengawasan
Main ke Rumah Teman, Pulangnya Lewat Atap! Kesalahpahaman Ini Bikin Heboh Satu Kampung
Polisi Temukan Miras Disembunyikan di Bawah Terpal Mobil Pick Up Hitam, Ini Kronologi Penangkapannya!
Dua Oknum Anggota Polisi Terlibat Pengeroyokan di Depan Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat
Penggerebekan Rumah Penampungan di Manggarai, Awal Terungkapnya Dugaan TPPO dan Pekerja Ilegal!