Gunung Lewotobi Laki- laki Masih Awas! Ada Potensi Directed Blast, Warga Diminta Menjauh!

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Selasa, 18 Februari 2025 | 15:44 WIB
Gunung Lewotobi Laki laki-laki saat erupsi malam hari. (Foto Pos Pengamatan Gunung api Lewotobi laki-laki )
Gunung Lewotobi Laki laki-laki saat erupsi malam hari. (Foto Pos Pengamatan Gunung api Lewotobi laki-laki )

 

REPORTASENTT.CO M- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki di Pulau Flores mengalami erupsi pada, Senin (17/2) pukul 05.58 WITA.

Erupsi ini menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 900 meter dari puncak. Status gunung api tersebut masih berada di level IV (AWAS) karena aktivitasnya yang masih fluktuatif.

Menurut analisis PVMBG yang dilansir melalui siaran pers pada 18 Februari 2025, pukul 20:21:00, potensi bahaya terbesar saat ini adalah kemungkinan terjadinya ledakan terarah ke arah barat laut hingga timur laut.

Baca Juga: Cristian Ronaldo ke Indonesia: Agenda di Kupang, Nginap di Bali dengan Juru Masak Pribadi!

Terjadinya terarah merupakan letusan yang mengarah ke satu sisi tertentu, mirip dengan fenomena yang terjadi pada letusan Gunung St. Helens pada tahun 1980, yang menyebabkan kehancuran luas di jalur letusan.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya sekunder seperti banjir lahar hujan di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak, termasuk di Sungai Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

 Baca Juga: Berapa Harga Jet Pribadi Cristiano Ronaldo yang Bakal Bawanya ke Kupang- NTT?

Peningkatan Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, gunung api ini terlihat jelas dengan sesekali tertutup kabut.

Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih terpantau dengan intensitas tebal dan mencapai ketinggian 400-600 meter di atas puncak. Pada malam hari, sinar api tampak jelas di sekitar puncak, menandakan aktivitas vulkanik yang masih tinggi.

Data kegempaan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dengan tercatat 34 kali gempa hembusan, 5 kali gempa harmonik, 4 kali gempa frekuensi rendah, 2 kali gempa vulkanik dalam, dan 5 kali gempa tektonik jauh.

 Baca Juga: Main ke Rumah Teman, Pulangnya Lewat Atap! Kesalahpahaman Ini Bikin Heboh Satu Kampung

Selain itu, satelit Sentinel-5 Tropomi mendeteksi fluks SO2 sebesar 600,9 x 102 ton, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X