Pemerintah Flotim Minta Maaf atas Arogansi Eks Ajudan Pj Bupati yang Halangi Wartawan

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Jumat, 21 Februari 2025 | 17:28 WIB
Juliana Claudia Peni alias Lyan, yang sebelumnya merupakan ajudan mantan Pj. Bupati Flores Timur, Sulastri Rasyid. (Foto Elen Labina.)
Juliana Claudia Peni alias Lyan, yang sebelumnya merupakan ajudan mantan Pj. Bupati Flores Timur, Sulastri Rasyid. (Foto Elen Labina.)

Pasal 18 ayat (1) dalam UU tersebut menyatakan bahwa tindakan yang menghalangi kerja jurnalistik dapat dikenakan biaya hingga dua tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak Rp500 juta.

Atas kejadian ini, para wartawan meminta agar Sekretaris Daerah (Sekda) Flores Timur segera mengambil langkah tegas terhadap ASN yang telah melarang liputan jurnalistik.

Baca Juga: Penyidik ​​​​​​​​Polri Melakukan Olah TKP Kebakaran Glodok Plaza 

Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, mengingat peran pers yang sangat penting dalam transparansi pemerintahan.

Penjelasan video:

 

 

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X