PMKRI Tantang Ketegasan Kapolda NTT, Bahas Kasus Fian Rumen hingga Korupsi Saroja

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 23:15 WIB
Sebanyak sepuluh orang perwakilan PMKRI Cabang Kota Kupang diterima secara resmi oleh pimpinan Polda NTT di Ruang Pelayanan Bidhumas Polda NTT pada pukul 14.15 WITA.  (Foto TBN Polda NTT)
Sebanyak sepuluh orang perwakilan PMKRI Cabang Kota Kupang diterima secara resmi oleh pimpinan Polda NTT di Ruang Pelayanan Bidhumas Polda NTT pada pukul 14.15 WITA. (Foto TBN Polda NTT)

Mereka menuntut agar Kapolda NTT menindak tegas oknum aparat yang dinilai bertindak berlebihan serta mencopot Kapolres Nagekeo karena dianggap gagal membina bawahannya.

 



Kedua, PMKRI menuntut kejelasan penyelidikan kasus kematian Fian Rumen yang hingga kini dinilai janggal dan belum menemui titik terang di Polres Nagekeo.

 



Ketiga, PMKRI meminta percepatan penanganan dugaan korupsi dana bantuan Saroja di Kabupaten Malaka, di mana sebagian masyarakat penerima bantuan sejak 2021 disebut belum menerima hak mereka.

 

 

 

 

Baca Juga: Lahirnya Youth Wing PGRI Flores Timur: Gerakan Diam-diam yang Mengubah Wajah Pendidikan





Menanggapi hal itu, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si melalui Kabidhumas Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan bahwa seluruh aspirasi mahasiswa akan ditindaklanjuti secara profesional dan transparan.

 

 



“Kapolda NTT menegaskan komitmen kami untuk menegakkan hukum secara objektif dan terbuka. Setiap laporan masyarakat, termasuk dari adik-adik mahasiswa PMKRI, akan menjadi perhatian serius Polda NTT,” ujar Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo.

 

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X