Setelah tragedi itu, sisa-sisa kampung digabung dan diformalkan menjadi Desa Lama Tuka.
Kini, wilayah yang dulu ramai telah menyusut menjadi beberapa kampung yang masih bertahan, antara lain Kampung Hida Labi, Lebelang, Benalar, Danga Langun (kini Desa Lamalela), Bese’ei, dan Ilo Wutun.
Baca Juga: Ganja di Tengah Laut! Pengedar Diciduk di KM Doloronda, Bawa Hampir Setengah Kilo
Meski begitu, kondisi geografis dan minimnya infrastruktur masih menjadi tantangan besar.
Akses jalan ke wilayah ini sangat terbatas dan berbahaya. Hanya satu kendaraan, sebuah Chevrolet tua berpenggerak empat roda, yang berani melintasi jalur berbukit dengan kondisi rusak parah dan rawan longsor.
“Setelah 45 tahun, jalan ke kampung kami tidak pernah tersentuh pembangunan. Pemerintah seakan tutup mata,” ujar Gadu, menutup pembicaraan dengan suara pelan.
Baca Juga: Delapan Jemaah Haji WNI Meninggal Dunia, Kemenag Pastikan Hak Ibadah Tetap Terpenuhi
Di tengah keterbatasan dan kenangan pahit masa lalu, masyarakat Bani Tobo tetap bertahan.
Hasil kebun kemiri dan porang menjadi harapan baru di tengah terpencilnya kampung tua yang pernah menjadi pusat peradaban Lamaholot.
Artikel Terkait
TNKB Khusus DPR Bukan untuk Gaya- gayaan, MKD: Ini Bentuk Pengawasan Publik
Operasi Malam Polres Ende: Premanisme Dibongkar, Jalanan Jadi Target Utama
Satgas Polres Tanjungperak Gagalkan Rencana Tawuran Remaja di Surabaya, Dua Celurit Disita
Mau Ijab Kabul, Pengantin Ini Tiba- tiba Diserang di Depan Mobil Pengantin! Motifnya Mengejutkan
Proyek Sumur Bor Solor Tuai Sorotan, Kadis Pertanian Flotim Klarifikasi Isu Intervensi