REPORTASENTT.COM, LEMBATA- Di balik hamparan keindahan alam Lembata, tersimpan kisah tragis yang masih bergaung di antara deru angin dan riak gelombang Teluk Hadakewa.
Di sanalah legenda tentang suku Demon dan Paji bertarung, menyisakan jejak darah, dendam, dan kenangan yang diyakini sebagai bagian dari kisah hilangnya peradaban “Atlantis” di Tanah Lepanbatan.
Dalam narasi lisan yang diwariskan turun-temurun, pemimpin suku Demon kala itu dikenal dengan nama Sadu Rupa Lemaletu, sosok manusia berbuluh dan bertanduk, yang tinggal di Nuba Puho Bosi, wilayah Wurin.
Baca Juga: Anak Jadi Tenaga Ahli, Proyek Dikuasai? Sekda DKI Jakarta Resmi Dilaporkan ke KPK
Ia didampingi adiknya, Ekan Watanlolon, yang bermukim di Ima Lolon, sebuah kawasan berbukit di barat Riang Wao, lereng kaki Gunung Ile Ape.
Salah satu simpul penting dari legenda ini adalah Pekewae Holo Mengi, putri ketiga dari kalangan bangsawan gunung yang memperistri Sibeni Bulu Tiwan, pria pantai asal Lewo Moeel, kampung yang kini dipercaya tenggelam di Teluk Hadakewa, berdampingan dengan Desa Watodiri.
Mereka menyatukan gunung dan laut dalam ikatan sakral yang dirapal dalam mantra,
“Tawan ko'on Tanah Tawan, Gere ko'on Ekan Gere, tanah bito Wato mean, Gere syiee tanah Wadan.”
Baca Juga: Judi, Miras, Hingga Narkoba Diburu! Ini Operasi Rahasia Polres Flotim
Kisah menjadi kelam ketika sumber air bersih di tempat bernama Wai’ Ara memicu perseteruan.
Dalam antrian panjang menuju sumur tua itu, sekelompok warga suku Paji melontarkan ucapan pedas:
"Jika kami orang Paji hendak menghabisi kalian orang Demon, tak perlu lagi lewat ritus ‘mula eken’ atau pancang bambu bercabang tujuh.”
Baca Juga: RUPS Luar Biasa Bank NTT: Gubernur Kupas Alasan di Balik Direksi Bebas Politik
Ucapan itu menyulut amarah suku Demon. Api perang pun berkobar. Strategi dirancang, pertempuran pun pecah.
Namun, suku Demon tak mampu menuntaskan dendamnya. Sebagai balasan, mereka menculik Ekan Watanlolon, simbol harga diri dan kekuatan mereka.
Tokoh adat Ile Ape, Yohanes Enga menuturkan kepada Reportase NTT, penculikan itu dipicu oleh luka lama.
Artikel Terkait
"MUSIK KEREN” Resmi Diluncurkan Gubernur NTT, Apa Isi dan Dampaknya bagi Rakyat?
RUPS Luar Biasa Bank NTT: Gubernur Kupas Alasan di Balik Direksi Bebas Politik
Relokasi ala Pemda Kupang: Warga Pulau Kera Melawan Penggusuran Berkedok Lingkungan
Judi, Miras, Hingga Narkoba Diburu! Ini Operasi Rahasia Polres Flotim
Anak Jadi Tenaga Ahli, Proyek Dikuasai? Sekda DKI Jakarta Resmi Dilaporkan ke KPK