Menelusuri Warisan Leluhur di Wurin dan Eban: Jejak Adat, Sastra, dan Pesta Kacang di Ile Ape, Lembata

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Jumat, 16 Mei 2025 | 23:27 WIB
Tarian perang Lamaholot. (Desain by tim)
Tarian perang Lamaholot. (Desain by tim)

Pesta Kacang dan Ritus Penghapus Utang Darah

Pesta ini berlangsung secara bergiliran dimulai dari Desa Ata Watun, lalu ke Napaulun, Lewo Tolok, Lewo Hala, dan terakhir Kampung Lama Riang.

Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan giliran adat yang dimulai dari Watun Lama Gute, Tanah Boleng Lewopuloh.

Baca Juga: Relokasi ala Pemda Kupang: Warga Pulau Kera Melawan Penggusuran Berkedok Lingkungan

Dalam sastra Lamaholot, rangkaian ritus ini dilukiskan sebagai Ulun Napa Sabok Nara Ara Wangan.

Desa Bunga Muda mendapat sebutan adat Muda Lama Nake, dengan pemekaran menjadi Desa Lama Wara pada tahun 1999.

Di sini, wilayah Ile Ape Lewo Kakang dan Desa Lama Wara memegang hak penuh atas ritual penghapusan utang darah, Meinawa, sebuah proses sakral dalam sistem keadilan adat Lamaholot.

Baca Juga: MUSIK KEREN” Resmi Diluncurkan Gubernur NTT, Apa Isi dan Dampaknya bagi Rakyat?

Penjelasan ini disampaikan oleh tokoh adat wilayah Ile Ape, Yohanes Enga.

Sastra Adat yang Menjaga Memori Kolektif

Dalam tutur adat, tiap desa disapa dengan ungkapan penuh makna.

• Desa Lama Tokandisebut: Tokan Lota Pito Lawe Selan Lema, Lewo Woloh Witi Lewo, Tanah Wawe Luga Weron.

• Desa Jontonah: Lewo Watan Bao Puken, Tanah Jong Toda Nara.

Baca Juga: Kapolres Ende Tekankan Pentingnya Keharmonisan Keluarga bagi Insan Bhayangkara

• Sedangkan Desa Ata Watun: Watun Lama Gute, Tanah Boleng Lewopuloh.

Masing-masing sapaan adat ini menyimpan memori kolektif, mengikat warga dalam satu ikatan tanah dan leluhur.

Wurin dan Eban bukan sekedar peta administratif, melainkan mosaik hidup yang ditenun oleh sastra lisan, ritus pertanian, dan nilai-nilai adat yang lestari.

Baca Juga: Tak Cuma Dipenjara, Harta Mantan Menteri Pertanian Ini Terancam Ludes Disita KPK

Dalam dunia yang makin bergerak cepat, wilayah ini menjadi contoh kuatnya identitas lokal yang bertahan dalam harmoni antara manusia, tanah, dan leluhur.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X