Dari "Pao Ile" hingga Sanggar Seni, Helanlangowuyo Tunjukkan Geliat Budaya

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 20 Mei 2025 | 09:34 WIB
Sil Kabelen,  Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur.  (Foto/ Tim)
Sil Kabelen, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur. (Foto/ Tim)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Terletak di ketinggian dengan panorama alam yang memesona, Desa Helanlangowuyo di Kabupaten Flores Timur mulai menunjukkan geliat sebagai destinasi wisata budaya dan alam yang menjanjikan.

Keunikan ritual tahunan, kekayaan tradisi, hingga keindahan alam dari kampung lama menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Sil Kabelen, Desa Helanlangowuyo telah menjadi salah satu dari 15 desa wisata unggulan sejak tahun 2019.

Baca Juga: Kasus di Kupang: Pelajar SD Meninggal Usai Dirawat, Seorang Pria Kini Jadi Tersangka

"Penetapannya melalui SK kepala dinas, setelah kami melihat adanya pergerakan dari masyarakat dan komunitas lokal dalam mengelola potensi wisata," kata Sil kepada Reportase NTT, Senin (12/5/2025).

Salah satu daya tarik utama desa ini adalah ritual adat tahunan yang disebut “Pao Ile" beri sesajen ke gunung, yang dilaksanakan secara turun-temurun.

Selain itu, Desa Helanlangowuyo juga dikenal memiliki sanggar seni aktif, seperti Liang Namang, yang rutin tampil di ajang budaya seperti Festival Bale Nagi hingga ke Kabupaten Lembata.

Baca Juga: Guru Kober di Flotim Ancam Tutup Sekolah, Audiensi dengan Wakil Bupati Bahas PPG dan PPPK

Sentuhan Budaya dan Keramahtamahan Warga

Tak hanya budaya dan ritual, desa ini juga dikenal dengan tenun ikat khas yang menjadi incaran para kolektor dari berbagai daerah.

"Dulu banyak yang datang hanya untuk membeli tenun, tapi sekarang mereka juga menikmati budaya dan keindahan panorama desa ini," kata Sil.

Dalam beberapa bulan terakhir, desa ini mulai ramai dikunjungi wisatawan mancanegara, bahkan ada yang bermalam di rumah-rumah warga.

Baca Juga: Fenomena Langka di Lumajang! Anak- anak 'Ngintip' Matahari dari Alun-alun, Ada Apa?

Keramahtamahan masyarakat lokal menjadi nilai tambah yang membuat para pelancong betah tinggal lebih lama.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata, kata Sil Kabelen sejumlah pelatihan dan pendampingan terus dilakukan kepada para pelaku wisata lokal, termasuk sosok seperti Bernadus Boro Bura, Ketua Pokdarwis Helanlangowuyo.

Bernard, yang disebut sebagai local champion karena pengalamannya di Bali dan keterlibatannya dalam pelatihan-pelatihan pariwisata di desa.

Baca Juga: Dikira Kopi, Ternyata Sabu! Polda Sumut Bongkar Jaringan Narkoba 100 Kg Lintas Provinsi

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X