"Menjaga kondusivitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kita semua. Mari tetap fokus bekerja, dan bijak menyikapi berbagai informasi, terutama di media sosial," kata Ignasius.
Baca Juga: Tak Menyangka, Kerusakan Gerbang Tol Akibat Demo Capai Rp80 Miliar
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para tokoh agama, khususnya Uskup Larantuka, serta pemuka adat dan masyarakat yang dinilai berperan penting dalam mengarahkan umat untuk menyikapi situasi nasional dengan cara damai sesuai adat Lamaholot.
Tak lupa, Ignas menyampaikan apresiasi kepada Kapolres, Dandim, pimpinan partai politik, forum kerukunan umat beragama, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga pemuda Flores Timur.
"Kita belajar dari situasi yang terjadi di daerah lain. Ekspresi ketidakpuasan tetap boleh, tetapi jangan merusak fasilitas publik maupun anarkis. Yang penting adalah pesan yang kita sampaikan kepada pemerintah, baik pusat, regional, maupun daerah," ujarnya.
Artikel Terkait
Dukungan Pemda hingga Promedia, eRKS Sumedang Boyong Gelar Radio Terbaik Nasional
820 Batang Ganja di Halaman Rumah, Begini Cara Pelaku Kelabui Tetangga
Jurnalis di TTU Dikeroyok Kepala Desa, SMSI NTT: Serangan Brutal ke Demokrasi
Janji Evaluasi DPR, Puan Bicara Aspirasi Rakyat tapi Tunjangan Baru Dicabut Setelah Ramai Dikritik
Wabup Flores Timur Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas di Tengah Gejolak Nasional