Insiden Keracunan Bayangi Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Tutup Sejumlah Dapur

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 28 September 2025 | 21:32 WIB
Makan Bergizi Gratis. (Foto Kementerian Sosial)
Makan Bergizi Gratis. (Foto Kementerian Sosial)

Namun, sejak 1 Agustus hingga 27 September 2025, jumlah dapur melonjak menjadi 7.244 unit, dan kasus keracunan ikut terdongkrak menjadi 47.


Baca Juga: Dari Kursi Direktur ke Balik Jeruji: Akhir Pelarian Adrian Gunadi


“Sebagian besar kasus terjadi di dapur baru yang SDM-nya belum berpengalaman,” kata Dadan. Ia menambahkan laporan lengkap sudah disampaikan langsung kepada Presiden.

Kementerian Kesehatan Turun Tangan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan peran Kemenkes akan diperkuat, terutama dengan menugaskan ahli gizi di dapur-dapur SPPG.

“Ahli gizinya sedang kami persiapkan. Untuk sementara, Kemenkes akan membantu langsung,” ujarnya.

Budi menargetkan perbaikan tata kelola dapur rampung dalam sebulan, mulai dari kebersihan, kualitas tenaga, hingga proses pengolahan makanan. “Semua SPPG harus memenuhi standar. Harapannya, kualitas layanan bisa segera naik,” kata dia.


Baca Juga: Kasus TPKS di Adonara  Ungkap Maraknya Kekerasan Seksual di NTT

Jalan Panjang Menjaga Generasi

Meski diliputi masalah, pemerintah memastikan program MBG tidak dihentikan.

Zulhas menegaskan, program ini tetap menjadi salah satu prioritas nasional. Namun tata kelola harus diperbaiki secara cepat dan menyeluruh.

“Insiden ini bukan hanya soal korban, tapi tentang keselamatan generasi penerus,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X