Namun, sejak 1 Agustus hingga 27 September 2025, jumlah dapur melonjak menjadi 7.244 unit, dan kasus keracunan ikut terdongkrak menjadi 47.
Baca Juga: Dari Kursi Direktur ke Balik Jeruji: Akhir Pelarian Adrian Gunadi
“Sebagian besar kasus terjadi di dapur baru yang SDM-nya belum berpengalaman,” kata Dadan. Ia menambahkan laporan lengkap sudah disampaikan langsung kepada Presiden.
Kementerian Kesehatan Turun Tangan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan peran Kemenkes akan diperkuat, terutama dengan menugaskan ahli gizi di dapur-dapur SPPG.
“Ahli gizinya sedang kami persiapkan. Untuk sementara, Kemenkes akan membantu langsung,” ujarnya.
Budi menargetkan perbaikan tata kelola dapur rampung dalam sebulan, mulai dari kebersihan, kualitas tenaga, hingga proses pengolahan makanan. “Semua SPPG harus memenuhi standar. Harapannya, kualitas layanan bisa segera naik,” kata dia.
Baca Juga: Kasus TPKS di Adonara Ungkap Maraknya Kekerasan Seksual di NTT
Jalan Panjang Menjaga Generasi
Meski diliputi masalah, pemerintah memastikan program MBG tidak dihentikan.
Zulhas menegaskan, program ini tetap menjadi salah satu prioritas nasional. Namun tata kelola harus diperbaiki secara cepat dan menyeluruh.
“Insiden ini bukan hanya soal korban, tapi tentang keselamatan generasi penerus,” ujarnya.
Artikel Terkait
NGO Konsorsium Dorong Ketahanan Pangan di Flores Timur lewat Program FEAST
Dari Kursi Direktur ke Balik Jeruji: Akhir Pelarian Adrian Gunadi
Bentrok Pemuda Sumba dan Warga Nelayan di Lasiana, Empat Luka-Luka, Polisi Bertindak Cepat
DPR Sindir Program Makanan Gratis: Jangan Sampai Jadi Makanan Beracun Gratis
Mengerikan! 5.914 Korban Keracunan MBG, Prabowo Siapkan Langkah Darurat