Program 100 Hari Bupati Flores Timur Terealisasi, Solor Barat Kini Tanam Jagung Tanpa Menunggu Hujan  

Photo Author
Paulina Labina, Reportase NTT
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 07:53 WIB
Bupati Flores Timur melakukan penanaman perdana dan meninjau bersama petani Nuhalolon di lahan jagung hybrid dengan dukungan sumur dalam. (Foto/ist)
Bupati Flores Timur melakukan penanaman perdana dan meninjau bersama petani Nuhalolon di lahan jagung hybrid dengan dukungan sumur dalam. (Foto/ist)


REPORTASENTT.COM, SOLOR- Pemerintah Kabupaten Flores Timur memulai program penanaman perdana jagung hybrid dan hortikultura di Desa Nuhalolon, Solor Barat, Selasa, 28 Oktober 2025.
 
 
 
Program ini merupakan bagian dari pembangunan sumur dalam yang ditargetkan mendukung ketahanan pangan daerah.
 
 


Di lahan seluas 2,5 hektare di kawasan pertanian Biri, para petani dan pemerintah daerah memulai proses tersebut.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Lahan telah dibersihkan dan dilengkapi sistem sprinkler untuk penyiraman tanaman. Sumur bor yang menjadi sumber air dibangun pada awal masa kepemimpinan Bupati Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignas Uran.
 
 


Ketua Kelompok Tani Ema Sare, Lambertus Kei (62), menyatakan program ini menjawab kesulitan air yang selama ini menjadi kendala utama petani.
 
 
 

“Kami senang dan bangga karena pemerintah memilih desa ini. Sekarang kami bisa tanam jagung tanpa menunggu musim hujan,” ujarnya.
 
 
 
 
 
 


Menurut Lambertus, terdapat empat kelompok tani yang terlibat dalam pemanfaatan lahan tersebut. Ema Sare menjadi kelompok utama yang menaungi kelompok lainnya.
 
 
 


Kepala Desa Nuhalolon, Markus Kerai, menyebut program ini menghidupkan harapan masyarakat setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan air.
 
 
 
 
 
“Kami punya banyak lahan tidur karena tidak ada air. Program ini jadi jawaban,” katanya.
 
 
 


Bupati Doni Dihen mengatakan kehadiran pemerintah hanya sebagai fasilitator.
 
 
 
Ia menegaskan sektor pertanian menjadi fokus pengembangan, terutama di Pulau Solor.
 

“Solor punya potensi pertanian. Kita dorong teknologi pertanian, mulai dari pupuk hingga pengelolaan air,” ujarnya.
 
 
 
 
 
 
 
 


Bupati juga menyampaikan rencana pemerintah mengoptimalkan 1.000 hektare dari total 13.000 hektare lahan pertanian di Flores Timur.
 
 
 
 
Untuk itu, ketersediaan sumur bor berkapasitas besar akan menjadi kebutuhan berikutnya.
 
 


Menurutnya, teknologi menjadi kunci peningkatan produksi pertanian.
 
 
 
 
 
“Kita mau pertanian maju dengan teknologi, termasuk pengelolaan air dan budidaya hortikultura,” tegasnya.
 


Ia berharap lahan di Nuhalolon dapat menghasilkan komoditas hortikultura seperti buncis, wortel, dan kacang tanah untuk memperkuat pasokan pangan daerah.
 


Program ini menjadi bagian dari 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pemerintah daerah menilai inisiatif ini sebagai langkah awal mengatasi ketergantungan musim hujan dan membuka peluang peningkatan produksi pertanian di wilayah Solor.

Dengan tersedianya sumber air dan dukungan teknologi, petani di Nuhalolon optimistis dapat memanfaatkan lahan lebih produktif.
 
 
Program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan Flores Timur dalam jangka panjang.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X